KPU Jemput Bola ke Rumah Warga Pemilih TPS 9 Bunulrejo

KOTA MALANG – Sebanyak 3 TPS di Kota Malang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), yakni TPS 9 Bunulrejo, TPS 14 Penanggungan, dan TPS 17 Sukoharjo. Untuk mengatasi jumlah pemilih yang menurun pada PSU, KPU melakukan jemput bola ke rumah warga sekitar TPS 9 Bunulrejo.

Pihak KPU mendatangi warga yang tidak mampu menuju ke TPS, seperti misalnya sakit. Salah satu warga yang melakukan pencoblosan di kediamannya adalah suami dari Soedjito. Wanita paruh baya ini menjelaskan bahwa suaminya sudah tidak mampu lagi berjalan jauh ke lokasi TPS.

“Bapak ini darah tinggi, jantung, jalan jauh sudah tidak bisa. Umurnya sudah 84 sekarang. kalau tanggal 17 kemarin ada anaknya di sini yang mengantar, tapi hari ini nggak ada. Alhamdulillah bisa coblos di rumah, tadi agak takut gitu didatangi, ternyata nggak papa,” terang wanita berusia 77 tahun ini.

Komisioner KPU, Ashari Husein mengatakan bahwa memang ada fasilitas jemput bola bagi pemilih yang sakit dan tidak bisa datang langsung ke TPS khusus PSU hari ini.

“Tapi ini tadi ada yang kabarnya sakit ke rumah sakit daerah Kota Araya, minta kita ke sana ya nggak bisa karena sudah di luar wilayah Bunulrejo. Yang bisa kami jemput bola hanya yang posisinya berada di wilayah Bunulrejo,” tegas dia.



Sebelumnya, terjadi kelalaian pihak KPPS di TPS 9 Bunulrejo, TPS 14 Penanggungan, dan TPS 17 Sukoharjo yang menyebabkan adanya rekomendasi PSU dari Bawaslu. Berdasarkan laporan dan analisa Bawaslu ada 6 DPTb yang mencoblos 5 surat suara di TPS 9 Bunulrejo, padahal harusnya hanya diperbolehkan 2 surat suara Pilpres dan DPD.

Sedangkan di TPS 14 Penanggungan dan TPS 17 Sukoharjo kasusnya sama, sejumlah pemilih yang tidak berdomisili di wilayah tersebut mencoblos dengan hanya menggunakan e-KTP. Tercatat 8 orang di TPS 14 Penanggungan dan 3 orang di TPS 17 Sukoharjo. Sehingga ketiga TPS tersebut harus melaksanakan PSU.

Dalam PSU ini TPS 9 Bunulrejo mengalami penurunan jumlah pemilih. Total yang menggunakan hak suaranya hari ini hanya 121 DPT, 9 DPK, dan 1 DPTb. Sehingga jumlahnya ada 131 jiwa, padahal di 17 April lalu ada 170 pemilih yang menggunakan hak suaranya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia