KPU dan Bawaslu Diminta Tindak Tegas Pelanggaran Pemilu

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta menindak tegas para pelanggar Pemilu 2019. Hal itu disampaikan lembaga pengawas pemilu swadaya yang konsen mengawasi pesta demokrasi 17 April mendatang.

Koordinator Kawal Pemilu Kita (KPK) Sumatera Sumatera Utara, Ridwan Ali Ibrahim mengatakan, pemilu di era reformasi terus mengalami perubahan. Terjadi perbaikan untuk mewujudkan demokrasi utuh.

Meski demikian, kata dia, pemilu lima kotak kali ini menyimpan beragam masalah. Pelaksanaan Pilpres dilakukan bersamaan dengan Pileg, baik tingkat DPRD, DPR maupun DPD.

Menurutnya, format pemilu dengan bentuk dan model yang baru pertama kali itu, bisa memicu permasalahan. Tanpa format baru pun, kata dia, masalah lama masih muncul. Apalagi, dilakukan secara serentak yang sangat rawan kecurangan dan pelanggaran.



“Ini pemilu kelima pasca orde baru. Sekaligus dicatat sebagai sejarah baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia karena penyatuan dan keserentakan,” kata Ridwan dalam siaran tertulis, Jumat (29/3).

Sebagai elemen masyarakat, tambah dia, Kawal Pemilu Kita (KPK) merasa perlu mendampingi proses dan kinerja KPU dan Bawaslu. Sebab, kinerja keduanya sangat lambat dan cenderung membiarkan terjadinya pelanggaran.

Pelanggaran pada tahapan dalam pertemuan atau tatap muka, kampanye tertutup dan terbuka, penyebaran bahan kampanye, dan pemasangan alat peraga kampanye.

“Seperti intervensi oknum diduga kepala daeah memobilisasi masa yang notabene ASN menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, serta tempat pendidikan,” ujarnya.

Pihaknya meminta KPU dan Bawaslu agar bekerja secara professional sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, PKPU RI Nomor 3 Tahun 2019 serta Peraturan Bawaslu RI Nomor 31 Tahun 2018.

Pihaknya juga meminta kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk menidak serta mempublikasikan pelanggaran pemilu. Baik yang dialukan Capres dan Cawapres maupun Caleg.

“Aparatur negara jangan tebang pilih dalam menindak. Serta bekerjasama dengan lembaga independen yang teruji netralitasnya serta mengajak masyarakat umum untuk ikut mensukseskan pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Alwi Alim