KPU Catat 15 Caleg di Sumsel Meninggal Dunia

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel mencatat sebanyak 15 Calon Legislatif (Caleg) meninggal dunia menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April mendatang. Mereka dari berbagai tingkat mulai DPRD Kabupaten/Kota di Sumsel hingga DPR RI Dapil Sumsel.

Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana mengakui ada beberapa caleg di Sumsel dilaporkan meninggal dunia. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan surat edaran di KPU Kabupaten/Kota dan diteruskan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberitahukan jika salah satu caleg di wilayahnya meninggal dunia.

“Nantinya akan diumumkan di TPS oleh petugas KPPS baik secara lisan maupun tertulis di papan pengumuman,” katanya saat ditemui, Jumat (12/4).

Dijelaskannya, saat ini surat suara telah dicetak sehingga nama caleg yang telah meninggal pun masih berada di dalam kertas suara. Karena itu, jika masyarakat di wilayah tersebut tetap memilih caleg yang telah meninggal maka suara tersebut akan tetap sah dan dihitung.

“Nantinya suara tersebut akan diakumulasikan menjadi suara partai di daerah pemilihannya,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Teknis KPU Sumsel, M Rais menambahkan aturan ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2019 tentang pemungutan dan perhitungan suara dalam pemilihan umum.

Bukan hanya diberlakukan untuk caleg yang meninggal, tetapi ini juga diberlakukan kepada caleg yang dianggap tidak memenuhi syarat, namun telah tercatat sebagai Daftar Caleg Tetap (DCT). Saat ini, pihaknya mencatat ada 23 caleg yang tidak memenuhi syarat. Akan tetapi, dari 23 caleg tersebut tidak semuanya masuk dalam kertas suara.

“Untuk caleg yang tersandung kasus hukum. Nanti itu suaranya tetap sah sampai ada kekuatan hukum yang tetap atau diberhentikan dari partai,” tutupnya.