KPU Buka A5-Corner di Kampus

MALANG KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang akhirnya ”menyerah”. Sempat menolak usulan mendirikan A5-Corner, kini tempat layanan untuk mengurus surat pindah mencoblos ada di Universitas Brawijaya dan UIN Maliki. Ratusan mahasiswa yang ber-KTP luar kota telah memanfaatkan A5-Corner.

Pendirian A5-Corner itu diakui Bagian Data KPU Kota Malang Lucky Yanuar. ”Kami disurati Bawaslu, ada dua kampus yang meminta sosialisasi dan kepengurusan A5 (pindah pilih) ini,” ujarnya. Untuk di UB, usulan datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Hanya dalam waktu tiga jam, sebanyak 100 lebih mahasiswa UB memanfaatkan layanan tersebut.

Sementara di UIN Maliki kemarin (15/3), KPU hadir atas permintaan senat. Keberadaan A5-Corner sudah dimanfaatkan 60 mahasiswa asal luar daerah agar bisa mencoblos di Kota Malang. ”Untuk sementara hanya dua kampus itu (UB dan UIN). Karena kami datangnya berdasarkan permintaan, bukan datang sendiri,” kata Lucky.

Pihak BEM FISIP UB membenarkan adanya permintaan mendirikan A5-Corner tersebut. Eldo Aditya Yusril, Presiden BEM FISIP sengaja meminta KPU bisa memfasilitisi pengurusan form A5 di kampus.

Karena hampir 55 persen lebih mahasiswa FISIP adalah mahasiswa luar kota. ”Karena kami menyayangkan, kalau hak mereka tidak terpakai, kami ajak KPU untuk membuka stan di dalam kampus,” tambahnya.



Sementara itu, para mahasiswa yang memanfaatkan pengurusan dokumen pindah pilih di UIN Maliki kemarin didominasi mahasiswa yang tinggal di mahad (asrama). Rata-rata mereka yang tinggal di mahad adalah mahasiswa semester awal.

Seperti Citra Dewi Rahma, mahasiswi UIN Maliki angkatan 2018, ini mengaku mendapatkan selembaran pembuatan A5. ”Tadi maunya ke KPU langsung. Karena jauh dan waktunya tidak cukup, sempat pesimistis tidak mencoblos,” ujar dia.

Mahasiswi asal Lamongan ini menyatakan, mau pulang mengurus surat DPTb pun tidak cukup sehari. Apalagi, mereka tinggal di asrama. Mahasiswa lain dari jurusan sastra Arab, Alfinatun Nabilah, juga menyatakan hal yang sama. ”Rumah saya Bondowoso, sangat jauh dari sini. Jadi, saat ada info bisa mengurus hak pilih, langsung mengurus saat itu juga,” kata dia.

Pewarta               : Sandra Desi
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani