KPP Pratama Kepanjen Optimis Target Penerimaan Pajak 2019 Tercapai 100 Persen

 

KABUPATEN MALANG – Tahun ini, KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Kepanjen ditarget bisa mengumpulkan pajak sebesar Rp 763 miliar. Melihat perkembangan hingga bulan ini, KPP Pratama Kepanjen optimis target itu bisa tercapai.

 

Pasalnya, hingga Jumat, (15/11) KPP Pratama Kepanjen menghimpun pajak sebesar Rp 610 miliar. Angka ini sekitar 79 persen dari target yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Dengan sisa waktu sekitar 1,5 bulan ke depan hingga akhir tahun, KPP Pratama Kepanjen sangat optimistis target penerimaan pajak tahun ini tercapai atau bahkan bisa terlampaui.

“Prediksi saya nanti akhir bulan (November) bisa 85 sampai 87 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2015, kita sampai November hanya 81 persen, nah ini pertengahan saja sudah 80 persen,” kata  Budi Harjanto, Kepala KPP Pratama Kepanjen, Jumat, (15/11).

Dari pertumbuhan per jenis pajak, PPh (Pajak Penghasilan) Non Migas paling banyak mendominasi KPP Pratama Kepanjen di angka Rp 246 Miliar dengan pencapaian 96,60% yang tumbuh di angka 24,68%.

Disusul pajak PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) dengan nominal Rp 358 Miliar.

“Pencapaian ini sudah lumayan, karena ini terlihat belum akhir bulan sudah segitu. Jika akhir bulan nanti pasti melejit ini, karena kan dari rokok juga PPN,” tukas Budi.

Untuk PBB (Pajak Bumi Bangunan) di posisi tiga dengan nilai Rp 5 Miliar dengan pencapaian 36.72%. Menurutnya, pembayaran PBB akan berangsur naik mendekati akhir bulan.

“Karena belum waktunya bayar, jatuh temponya kan nanti Desember, jadi kemungkinan akan banyak yang bayar di Desember,” tambahnya.

Pajak lainnya seperti biaya materai, dll di posisi keempat masih di angka Rp 265 Juta dengan pencapaian 61,11%.

Kontribusi dan pertumbuhan persektor di Kabupaten Malang didominasi industri pengolahan dengan kontribusi 52,23%, tingkat pertumbuhan 38,07%. Industri pengolahan ini termasuk industri rokok yang merupakan kontributor terbesar di Kabupaten Malang.

Disusul perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi 13,75%. UMKM masuk didalamnya.

Administrasi pemerintahan diposisi ketiga dengan 10,83%, jasa keungan dan asuransi macam bank dan BPR di 5,21% dan kontruksi di angka 3,32%.

“Lima itu sektor dominan pengumbang pajak di Kabupaten Malang, terbesar dari rokok hampir 45%,” tutup Budi. Diluar 5 sektor dominan itu sisanya sekitar 14,66% kontribusi.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido

Editor : Indra M