KPK Tetapkan PT Putra Ramadhan Sebagai Tersangka Pencucian Uang

Laode Syarief

“KPK menemukan dugaan TPPU dalam hubungannya dengan perbuatan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber ,lokasi , peruntukan pengalihan hak hak atau kepemilikan yang sebenernya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi dan atau menerima atau menguasai, penempatan pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran atau penggunaan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil TPK yang diduga dilakukan oleh PT Trada,” ungkap wakil ketua KPK, Laode M Syarief, dikantornya, Jumat (18/5).

Syarief menuturkan, perusahaan yang diduga melakukan TPPU ini milik Yahya dari hasil dugaan gratifikasi atau suap yang diterimanya. Perusahaan ini didirikan dengan bermaksud melakukan penyamaran identitas bertujuan menghindari dugaan tindak pidana korupsi berupa benturan kepentingan (confict of interest) sebagaimana dalam pengadaan Pasal 12 i UU Tipikor.

Ilustrasi: Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan di kantor firma hukum Fredrich Yunadi
(Teguh Kautsar/RADAR MALANG ONLINE)

“Dengan meminjam ‘bendera’ 5 perusahaan lain untuk menyembunyikan atau menyamarkan identitas. Sehingga seolah-olah bukan PT Trada yang mengikuti lelang,” jelasnya.

Kemudian, adanya dugaan 5 perusahaan lain untuk memenangkan 8 proyek di Kabupaten Kebumen pada tahun 2016-2017, dengan total proyek 51 Miliar.

Karena itu sambung Syarief, PT Putra Ramadhan atau PT Tradha disangkakan melanggar Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU No. 8/2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Perlu diketahui, Dalam penyidikan ini KPK mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung 13/2016 tentang penanganan tindak pidana oleh korporasi. Dan untuk menilai kesalahan korporasi KPK menimbang ketentuan di Pasal 4 ayat 2 Perma 13/2016.


(ipp/JPC)