KPK Masih Lemah soal Pencucian Uang

JawaPos.com – Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertandang ke Gedung Merah Putih KPK kemarin (12/6). Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyatakan, banyak hal yang mereka bahas bersama. Mulai keberhasilan sampai kendala KPK selama empat tahun terakhir.

Menurut Yenti, informasi itu penting supaya pansel bisa turut mencari solusi. Dengan begitu, mereka bisa berpartisipasi meningkatkan kinerja KPK untuk periode kepemimpinan yang akan datang. ”Yang kedua, kami meminta bantuan untuk tracking rekam jejak nanti,” ungkap dia.

Yenti meminta KPK turut memfilter capim KPK yang mereka seleksi. Apakah sedang bermasalah atau tidak, lalu apakah ada kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani KPK atau tidak. ”Sehingga (apabila ada yang dipandang bermasalah oleh KPK) kami tidak akan melanjutkan seleksi mereka,” terangnya.

Pansel capim KPK mempersilakan calon incumbent untuk mendaftar lagi pada seleksi calon pimpinan KPK. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)


Yenti menyebutkan, pihaknya memandang KPK perlu diperkuat dalam memproses tindak pidana pencucian uang (TPPU). ”Antara lain ya, maaf ya, Pak. TPPU-nya (KPK sekarang) masih lemah,” imbuhnya. Karena itu, mereka berupaya mencari figur pimpinan KPK yang bisa menutup kelemahan tersebut. Menurut Yenti, lemahnya penanganan TPPU oleh KPK saat ini bukan hanya pandangan Pansel Capim KPK. Melainkan turut diperoleh dari pihak lain di luar KPK.

Perempuan yang pernah terlibat sebagai Pansel Capim KPK pada 2015 itu pun menyampaikan, pihaknya turut mendorong apabila ada yang maju dari internal KPK.

Terkait dengan hal itu, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang menyampaikan bahwa ada tiga pimpinan yang dinilai patut mencalonkan diri. ”Saya nyalonkan lagi Pak Laode, Bu Basaria, Pak Alex,” imbuhnya.