KPK: Jangan Sampai Ada Persepsi Teror Tak Selesai Ditangani

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberi waktu tiga bulan untuk tim teknis bentukan Polri, dalam menyelesaikan kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sebab, Tim Pakar bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya telah gagal mengungkap pelaku penyerangan Novel.

“Sebenarnya 820 hari itu sudah sangat lama ya bagi kita semua untuk menunggu siapa pelaku penyerangan Novel. Kalau memang belum ditemukan sampai saat ini meskipun KPK kecewa dengan hasil tim pencari fakta yang menyampaikan hasilnya kemarin,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (19/7).

Lembaga antirasuah masih berharap,caktor lapangan dan aktor intelektual penyerangan kasus Novel segera ditemukan. Sebab penyerangan terhadap Novel dan pegawai KPK lainnya merupakan hal penting untuk diselesaikan.

“Bagi KPK sederhana saja, poin krusialnya adalah pelaku ditemukan,” tegas Febri.

Oleh karena itu, Febri memandang jangan sampai publik selalu bertanya tentang penyelesaian penyeranga terhadap pegawai dan pimpinan KPK yang juga belum terselesaikan. Sebab akan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Polri untuk menyelesaikannya.

“Serangan terhadap pegawai KPK juga belum selesai, jadi jangan sampai ada persepsi publik teror terhadap penegak hukum tidak akan selesai ditangani,” tegas Febri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali melonggarkan tim teknis bentukan Kapolri untuk dapat menindaklanjuti temuannya selama tiga bula ke depan. Jokowi menginginkan untuk menindak tegas pelaku terhadap penyerangan Novel.

“Kalau Kapolri sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin diselesaikan. Kita harapkan dengan temuan yang ada, sudah menyasar ke kasus-kasus yang sudah terjadi,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan bukan perkara yang mudah. Sehingga butuh waktu khusus untuk dapat menyelesaikannya.

“Ini bukan kasus mudah, kalau kasus mudah sehari atau dua hari ketemu,” ucap Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi belum bisa memastikan apakah akan membentuk TGPF atau tidak setelah Tim teknis diberikan waktu untuk menyelesaikan kasus Novel. Menurutnya, itu sesuai perkembangan dari kinerja Tim Pakar Polri yang sebelumnya dibentuk.

“Saya beri waktu tiga bulan, akan saya lihat nanti hasilnya. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti?,” tukas Jokowi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan