KPA mulai menggeser arah penyuluhan HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS Kota Batam pada Januari-September 2017.
(Dok. KPA Kota Batam)

JawaPos.com – 259 Penderita HIV/AIDS terdeteksi di Batam sepanjang Januari hingga September 2017. Rinciannya, 93 laki-laki dan 162 perempuan. Penderita terbanyak berada dalam rentang usia antara 25-49 tahun, yakni 215 orang.

Kepala Sekertariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam Pieter Pureklolong mengatakan, kelompok umur tersebut paling banyak diisi oleh wiraswasta dan karyawan. Sementara pekerja seks komersial (PSK) yang notabene menjadi representasi AIDS di masyarakat, malah tidak signifikan.

Dari temuan tersebut, KPA mulai menggeser arah penyuluhan HIV/AIDS. Dari sebelumnya menyasar kelompok ibu-ibu dan PSK, beralih kepada karyawan. “Di sini kota industri. Jadi kami kerja sama dengan perusahaan untuk melakukan penyuluhan. Kami datangi juga kawasan seperti pelabuhan, kan di sana banyak pekerja juga,” kata Pieter kepada JawaPos.com, Jumat (1/12) malam.



Pieter juga mengungkapkan bahwa dari data peserta yang mengikuti pemeriksaan sepanjang tahun ini, temuan AIDS lebih banyak pada laki-laki. Padahal jumlah laki-laki yang menjalani pemeriksaan jauh lebih sedikit dibanding perempuan. Ini menandakan bahwa laki-laki lebih berpeluang terkena AIDS.

Dari data yang dikeluarkan KPA Kota Batam dalam rentang Januari hingga September 2017, ditemukan 271 kasus HIV dari 4.803 peserta laki-laki yang menjalani tes. Sedangkan dari 7.429 peserta perempuan, hanya 152 orang yang positif HIV.

“Laki-laki ini sedikit yang periksa, tapi temuannya banyak. Jumlah mereka kalah jauh dari perempuan. Laki-laki paling susah kita ajak untuk periksa. Jadi memang harus benar-benar kami perhatikan,” tutup Pieter.


(bbi/JPC)