Kotoran Kambing Melimpah, Mahasiswa KKN Unikama Beri Pelatihan Pupuk Kompos dan Fermentasi Pakan di Sumbermanjing Wetan

SUMBERMANJING WETAN – Limbah kotoran hewan yang cukup banyak menjadi permasalahan tersendiri bagi warga Desa Ringinkembar, Sumbermanjing Wetan yang mayoritas adalah peternak kambing. Permasalahan tersebut mendorong kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut untuk membuat penyuluhan pembuatan pupuk kompos. Kemarin, para mahasiswa KKN Unikama tersebut menggelar Penyuluhan Pupuk Kompos dan Fermentasi Pakan Kambing di Balai Dukuh Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini kemarin, (1/7). Kegiatan ini mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat setempat.

Koordinator Desa KKN Unikama, Decky Satrio menjelaskan, salah satu kendala memelihara kambing yaitu bau kotoran yang terlalu menyengat hingga ke jalan. Selain itu, kotoran kambing juga tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh warga desa.

Decky menuturkan, Rivaldo, mahasiswa Peternakan Unikama pun menggagas penyuluhan pupuk kompos dengan bahan dasar kotoran kambing. Kompos yang memerlukan tambahan molases dan EM4 ini cocok untuk menggemukkan tanaman dan memperbaiki tanah yang kurang subur atau tercemar bahan kimia.

“Kita juga menciptakan fermentasi pakan kambing. Fermentasi yang diproses sekitar 2 minggu ini baik untuk pertumbuhan ternak, khususnya pada kambing. Sebab untuk menghasilkan kotoran kambing yang bagus, maka pakan yang dikonsumsi harus bergizi tinggi,” tukas dia.

Penyuluhan yang dilanjutkan dengan praktek pembuatan ini menambah antusias warga, pasalnya warga yang hadir turut terjun dalam pembuatan pupuk kompos dan fermentasi pakan kambing.

“Saya pernah mencoba membuat kompos namun gagal, ternyata caranya kurang tepat. Melalui penyuluhan ini saya menjadi mengerti cara membuat kompos dengan benar” sebut Yoyon, salah satu warga Ringinkembar yang hadir.

Dr Sri Rahayu MPd, Dosen Pendamping Lapangan KKN Unikama di Sumbermanjing Wetan mengaku terpukau dengan hasil program kerja (Proker) mahasiswanya.

“Ini adalah hasil observasi yang tepat dari desa dan dusun yang memang banyak peternak kambing,” paparnya.

Sri sendiri mengatakan untuk kelompok KKN ini ada mahasiswa dari jurusan peternakan, sehingga proker ini terbilang tepat. “Sehingga tim memutuskan untuk memberikan penyuluhan tentang pupuk kompos dari kotoran kambing untuk membantu masyarakat yang notabene juga memiliki kebun kopi atau kakao di bidang pertanian sehingga dapat membantu menyuburkan kebun mereka,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: istimewa
Penyunting: Fia