Kota Solo Nihil Kasus Rubella






JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) kepada setiap warga yang berusia mulai 9 bulan hingga 15 tahun. Imunisasi sudah menjangkau 142.990 orang atau sekitar 98,86 persen. Dari jumlah tersebut, tidak satupun ditemukan warga yang terkena virus campak jerman.





Kabid Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo Dwi Martiastuti mengatakan, sampai saat ini tidak ada laporan mengenai adanya rubella di Solo. “Kalau ada, seharusnya dari Puskesmas ada laporannya. Tapi ini belum belum ada laporan,” terangnya saat ditemui JawaPos.com di kantornya, Senin (24/9).







Keberadaan rubella harus dibuktikan secara firologi. Hal ini karena ada kemiripan gejala yang disebabkan dari virus rubella dengan yang lain. Misalkan dengan demam berdarah dengue (DBD) dan campak. “Kalau rubella itu juga campak. Tetapi selama ini tidak pernah ada laporan tertulis campak jerman,” kata perempuan yang akrab disapa Tuti itu.





Meski kasus rubella belum terdeteksi di Kota Solo, Dinkes terus melakukan imunisasi terhadap anak-anak. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya kasus rubella. Selain itu, pengawasan juga akan terus dilakukan. Termasuk menyiagakan petugas di Puskesmas.





Jika ada kasus rubella, diharapkan segera dilaporkan sehingga bisa ditangani lebih cepat. “Pengawasan tetap kami lakukan. Petugas di Puskesmas juga harus melaporkan jika ada temuan kasus tersebut,” tandasnya.





(apl/JPC)