KOTA MALANG – Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Malang meningkat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi saat menghadiri sidang paripurna di kantor DPRD Kota Malang, Senin (21/1)

“Meningkat dalam artian banyak penderita yang sadar, memang dengan suka rela mau memeriksakan diri ke puskesmas,” kata dia

Hingga akhir tahun 2018 sudah bercatat 4.614 penderita. Dengan penderita yang rutin berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit (RS) ada 1.136 orang.

Menurut Asih, dari tahun ke tahun jumlah penderita HIV yang mendaftarkan diri berobat naik turun. Misal, di tahun 2016 saja ada 211 penderita. Sementara 2017 naik 260, kemudian turun lagi di tahun 2018, menjadi 211 dari 297 temuan dinkes di lapangan.

Karenanya, ia berharap agar masyarakat sadar untuk memeriksakan diri terkait gejala HIV tersebut. Sehingga penyebarannya dapat ditekan.

“Kebanyakan itu malu, karena takut didiskriminasi. Padahal HIV sama dengan sakit hepatitis dan liver bisa menyebabkan kematian,” kata dia.

HIV sendiri merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4 (sel T). Sel CD4 adalah bagian dari sistem imun yang spesifik bertugas melawan infeksi.

Infeksi HIV menyebabkan jumlah sel CD4 turun secara dramatis sehingga sistem imun tubuh tidak cukup kuat untuk melawan infeksi. Akibatnya, jumlah viral load HIV bisa meningkat. Ketika viral load tinggi, itu artinya sistem kekebalan tubuh sudah gagal bekerja melawan HIV dengan baik.

Penyakit ini sering kali dikaitkan dengan AIDS. HIV memang menjadi penyebab AIDS, mamun, tidak semua pengidap HIV akan otomatis terkena AIDS di kemudian hari. Saat seseorang memiliki infeksi HIV, ia bisa hidup bertahun-tahun lamanya tanpa terjangkit AIDS, atau bahkan tidak terjangkit sama sekali. namun jika seseorang terjangkit AIDS, maka dipastikan ia juga mengidap virus HIV.

Pewarta : Feni Yusnia
Foto : Feni Yusnia
Penyunting : Fia