MALANG KOTA – Permasalahan utama tiap Kota di Indonesia selalu sama: kemacetan. Jika di ibaratkan tugas, macet sudah seperti tugas yang sangat sulit untuk di selesaikan oleh pemerintah. Macet disebabkan karena jumlah kendaraan di suatu kota terus bertambah, luas ruas jalan tak bertambah, serta tidak updatenya lampu lalu lintas di saat jam rawan puncak kemacetan.

Perlu anda ketahui bahwa ruas jalan di Kota Malang tidak bertambah sejak tahun 2016. Tahun 2017 ini, Pemerintah Kota (pemkot) Malang tidak mengadakan pengadaan pembangunan jalan baru.

Penganggaran dana Rp 2,8 miliar dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ditujukan hanya untuk peningkatan kualitas dan perbaikan jalan di Kota Malang.

Total ruas jalan di Kota Malang sebanyak 2960 ruas dengan total panjang hingga 1.027.112,20 meter. Ruas jalan ini tidak termasuk ruas jalan provinsi dan negara.

Masalah kemacetan di Kota Malang semakin banyak di keluhkan oleh masyarakat Kota Malang. Karena selain terjadi kemacetan pada jam jam tertentu, kemacetan juga sering terjadi ketika musim libur panjang. Bahkan kemacetan juga terjadi di beberapa titik jalan yang ada di Kota Malang. Berikut adalah titik titik jalan rawan macet:

1. Pertigaan Jalan Jendral Ahmad Yani – Jalan Borobudur

Pertigaan Jalan Jendral Ahmad Yani – Jalan Borobudur juga sering mengalami kemacetan tingkat sedang. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah kendaraan saat jam pergi-pulang kantor atau sekolah. Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 6-7 pagi dan jam 1-2 siang.

2. Jembatan Jalan Soekarno Hatta
Jembatan Jalan Soekarno Hatta adalah jembatan yang menghubungkan jalur utara dan barat Kota Malang. Terletak persis di depan kampus Universitas Brawijaya. Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 7-10 pagi dan jam 2-4 sore.

3. Jalan Veteran
Jalan Veteran adalah jalur sebelah selatan Universitas Brawijaya. Meski terdiri dari dua badan jalan arah barat ke timur atau timur ke barat, jalur ini juga sering mengalami kemacetan panjang. Terutama di depan pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos).

Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 10 pagi, jam 2 siang dan jam 4 sore

4. Jalan Sumbersari
Jalan Sumbersari adalah jalur terusan menuju Jalan Gajayana dan Jalan Veteran. Menghubungkan jalur selatan dalam Kota Malang menuju jalur barat (Jalan MT Haryono) dan utara (Jalan Soekarno Hatta).

Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 6-7 pagi dan jam 2-4 sore.

5. Jalan Ranugrati – Sawojajar
Jalan Ranugrati adalah salah satu jalur terpadat di Kota Malang. Jalan Ranugrati menghubungkan antara wilayah pemukiman penduduk (Perumahan Sawojajar: perumahan terbesar di Kota Malang) dengan pusat Kota.

Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 6-7 pagi dan jam 2-4 sore.

6. Pertigaan Jalan Gajayana – Jalan MT. Haryono (Dinoyo)
Jalan Gajayana adalah jalur terusan dari Jalan Veteran dan Jalan Sumbersari menuju Jalan MT Haryono (Dinoyo). Meski satu arah (selatan ke utara), Jalan Gajayana juga sering mengalami kemacetan yang disebabkan oleh sempitnya badan jalan dan banyaknya kendaraan yang melintas.

Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 6-7 pagi dan jam 2-4 sore.

7. Pasar Besar
Area Pasar Besar juga sering mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan banyaknya kendaraan baik angkutan umum maupun pribadi yang menuju Pasar Besar.

Jam rawan kemacetan pada titik jalan ini adalah jam 6-7 pagi dan jam 1-2 siang.

Puncak kemacetan biasanya terjadi menjelang sore di hari kerja. Jalanan tidak hanya dipadati orang yang pulang kerja, tetapi juga dipadati para pelajar yang pulang sekolah

Pewarta: Dhika Rozqi
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Bayu Eka