Kota Malang Kembali Sabet Adipura Kencana

Tahun 2017 ini Kota Malang kembali mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup yaitu Adipura Kencana untuk kategori Kota Besar. Sudah dua kali ini Kota Malang yang dipimpin Moch Anton. Sebelumnya tahun 2015 lalu, lalu Kota Malang bakal menerima penghargaan yang sama dari Presiden RI, Joko Widodo pada 2 Agustus 2017 di Jakarta.

MALANG KOTA – Tahun 2017 ini Kota Malang kembali mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup yaitu Adipura Kencana untuk kategori Kota Besar. Sudah dua kali ini Kota Malang yang dipimpin Moch Anton. Sebelumnya tahun 2015 lalu, lalu Kota Malang bakal menerima penghargaan yang sama dari Presiden RI, Joko Widodo pada 2 Agustus 2017 di Jakarta.

Pengumuman ini baru saja diterima oleh Pemkot Malang pada Rabu (26/7) malam.
Pemerintah Kota Malang sukses dengan berbagai terobosan dan inovasi beberapa waktu terakhir kaitannya dengan pengelolaan lingkungan hidup.

“Banyak item yang dinilai, mulai dari anggaran yang pro lingkungan, penataan dan pengelolaan sampah, penataan dan pengelolaan taman, mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan, partisipasi aktif masyarakat, bank sampah malang, dan sebagainya,” kata Moch Anton.

Anton menjelaskan sejumlah program terkait dengan penanganan sampah di Kota Malang. Seiring dengan perkembangan yang terjadi di Kota Pendidikan dan Pariwisata ini, jumlah volume sampah di Kota Malang terus meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat.

“Kami prioritas mereduksi sampah. Berbagai layanan dan inovasi dalam pengolahan sampah seperti Bank Sampah Malang (BSM), Road Sweeper, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Tong Sampah Tematik, Kader 3R (reuse, reduce, recycle), TPS 3R, dan juga pembangunan pengolahan sampah terpadu atau biasa disebut Intermediate Treatment Facility (ITF),” terang Anton yang juga pengusaha ini.

Program mengenai sampah lainnya melalui Bank Sampah Malang (BSM) yang merupakan salah satu program unggulan. Program ini tidak saja berdampak pada pengurangan volume namun juga berdampak pada ranah sosial dan ekonomi masyarakat.

Memiliki sebanyak 24.000 nasabah dengan 70 jenis sampah yang dikelola dan mampu mereduksi sebesar lima ton sampah tiap harinya, BSM kini menjadi inovasi yang banyak menjadi percontohan.

Warga bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dari mengumpulkan sampah dan menjadikannya rupiah melalui BSM yang kini memiliki omzet sebesar 350 juta tiap bulan.
“Peran serta masyarakat sangat baik sekali, dan hal inilah yang terus kita lakukan dalam melakukan pengolahan sampah di Kota Malang agar semakin lebih baik,” ungkapnya.

Anton menambahkan masih banyak lagi program pro lingkungan, seperti kampung Glintung yang baru saja diresmikan sebagai kampung konservasi internasional. Menurutnya penghargaan ini menegaskan komitmen pemkot Malang dalam mewujudkan pembangunan yang asri, bersih dan berwawasan lingkungan.

Selain Pemkot Malang, tiga sekolah juga mendapatkan penghargaan lingkungan Adiwiyata Mandiri. Yaitu SMPN 15, SMAN 2 dan SMAN 7 Kota Malang.

Pewarta: Aris Syaiful