Kota Malang Kebagian 150 PJU Tenaga Surya

MALANG KOTA – Sejumlah ruas jalan di lima kecamatan Kota Malang bakal diterangi lampu tenaga surya. Total ada 150 titik penerangan jalan umum-tenaga surya (PJU-TS) dari bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk dipasang di setiap sudut kota.

Untuk melihat langsung lampu hibah tersebut, Wakil Menteri ESDM RI Arcandra Tahar menyempatkan datang ke Kota Malang kemarin (16/10). Mantan menteri dengan masa jabatan tercepat dalam sejarah Indonesia itu diterima langsung Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. Setiba di Bandara Abdulrachman Saleh, Arcandra melangsungkan kunjungan peresmian PJU-TS di Kelurahan Lesanpuro.

Arcandra menyatakan, sarana umum menurut dia membutuhkan lampu tenaga surya. Dia mencontohkan balai RW, kantor kelurahan, masjid, dan lainnya. Di tahun 2019 ini, imbuhnya, ada 22 ribu PJU-TS yang akan disebarkan di wilayah Indonesia. ”Termasuk di Malang dan kawasan lainnya,” terangnya.

Sebelumnya, ada sekitar 50 ribu PJU-TS yang dipasang setiap tahunnya di wilayah Indonesia. Dengan lampu tenaga surya itu, dia menyatakan, masyarakat bisa lebih hemat membayar tagihan listrik. ”Ini bisa menghemat hingga Rp 17 juta per periode,” kata pejabat kelahiran 1970 itu.

Arcandra meminta masyarakat Kota Malang agar turut menjaga dan merawat lampu tenaga surya tersebut. Sebagai lampu inovasi, tentu kata dia, tidak semuanya sempurna. Misalnya saat hujan turun, tenaga surya bisa kehilangan kekuatannya. ”Kami juga sudah siapkan baterai di saat musim hujan. Sehingga tetap bisa nyala,” tandasnya.

Sofyan Edi menambahkan, pihaknya berterima kasih Kementerian ESDM memasang lampu tenaga surya di Kota Malang. Tentu, dia mengatakan, jalan akan lebih terang dan terasa manfaatnya.

Rencananya, 150 lampu itu akan disebar di lima kecamatan. Khususnya di Lesanpuro, akan dipasang 72 lampu. ”Saat terima bantuan 150 lampu itu kami sempat bingung. Karena ada total 57 kelurahan. Tapi sekarang sudah ada yang terpasang di sejumlah titik,” kata politikus Golkar itu.

Dengan PJU-TS, dia menyatakan, penerangan di Kota Malang bisa semakin baik. Terutama di kawasan-kawasan vital yang banyak dilalui masyarakat. Dia mencontohkan jalur keluar masuk Tol Mapan.

Karena nantinya, Edi yakin banyak kendaraan lalu lalang di Lesanpuro tersebut. ”Sekarang Kota Malang sebagai pintu keluar masuk tol. Nanti akan semakin banyak kendaraan keluar masuk,” kata pejabat asal Sukun itu.

Tentu Pemkot Malang berharap, penerangan baru bisa membuat aktivitas malam hari lebih nyaman. Dan juga diharapkan Kota Malang lebih aman, penerangan diharapkan mampu mengurangi faktor tindak kriminal.

”Sekali lagi, kami warga Kota Malang berterima kasih ke Kementerian ESDM. Karena memang selama ini biaya yang dikeluarkan untuk operasional listrik besar, nanti semoga bisa ditekan,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani