Korban Tewas Topan Hagibis Bertambah, 15 Orang Dinyatakan Hilang

JawaPos.com – Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa korban tewas akibat topan Hagibis bertambah. Hingga Selasa (15/10), seperti dilansir Al Jazeera, korban tewas akibat topan Hagibis menjadi 66 orang. Jumlah tersebut besar kemungkinan akan bertambah setelah sebanyak 15 orang dinyatakan hilang.

Topan Hagibis menyapu sebagian besar Jepang pada akhir pekan lalu. Itu merupakan topan terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir yang menghantam Jepang. Tim penyelamat yang terdiri dari relawan, anggota pemadam kebakaran, dan tentara, menemukan sejumlah jasad saat menggali lumpur dan membersihkan puing-puing rumah.

Penyiar nasional NHK mengatakan 66 orang diketahui telah meninggal setelah Topan Hagibis melanda Jepang tengah dan timur. Sekitar 15 orang masih hilang, sementara lebih dari 200 orang terluka dalam badai itu, yang namanya berarti “kecepatan” dalam bahasa Tagalog.

Korban tewas terbanyak ditemukan di prefektur Fukushima di utara Tokyo. Wilayah tersebut kebanyakan merupakan area pertanian yang terendam banjir akibat luapan Sungai Abukuma. Setidaknya 25 orang tewas di wilayah itu, termasuk seorang ibu dan anaknya yang terperangkap dalam banjir. Putranya yang lain, yang juga terjebak dalam banjir, belum diketemukan.

Warga di Koriyama, salah satu kota besar prefektur Fukushima, mengatakan banjir bandang tersebut sangat mengejutkan mereka. Sebagian penduduk tak sempat untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan penyisiran ke rumah-rumah untuk memastikan tidak ada penduduk yang masih berada di dalam dan membutuhkan bantuan.

Salah seorang warga, Yoshinagi Higuchi, 68, menggambarkan bagaimana air naik dengan cepat setinggi dada orang dewasa dalam waktu sekitar satu jam. Hal itu membuat penduduk sulit untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Penduduk yang tewas di Fukushima kebanyakan adalah orang tua.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyebut bencana itu bisa berimbas terhadap perekonomian. Namun, pihaknya memastikan akan terus melakukan pelbagai upaya untuk mencari korban dan mereka yang masih hilang. “Pemerintah pusat akan terus melakukan segala upaya sehingga para korban dapat kembali ke kehidupan normal sesegera mungkin,” beber Abe.

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso menegaskan pemerintah telah menganggarkan 500 miliar yen (USD 4,6 miliar) untuk pemulihan akibat bencana. Selain itu, pemerintah Jepang memastikan menyediakan dana cadangan andai diperlukan.