Korban Tewas Tertimbun Sampah 4 Meter

MALANG KOTA – Agus Sujarno, 45, hidup dari sampah, mati karena tertimbun sampah. Kira-kira seperti itulah nestapa yang dia alami. Setelah tiga hari tertimbun sampah di TPA Supiturang, Kota Malang, dia ditemukan di bawah sampah yang menggunung hingga empat meter.

Untuk diketahui, kejadian nahas itu terjadi pada Rabu (11/7), sekitar pukul 13.00 WIB, korban sedang berada di lereng gunungan sampah bersama pemulung lainnya bernama Miskan. Ketika itu, tiba-tiba gunungan sampah longsor dan Agus dikabarkan tertimbun di bawahnya. Sedangkan Miskan berhasil menyelamatkan diri.

Di hari ketiga kemarin, sekitar pukul 13.50 WIB, petugas menemukan korban tergeletak tak bernyawa dalam tumpukan longsoran sampah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono menyatakan, mayat yang ditemukan langsung dievakuasi. Jasad Agus itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. ”Kami temukan korban di longsoran sampah itu,” jelasnya.

Ketua tim pencarian Satrio Nuridanto menambahkan, korban ditemukan di radius 4 meter dari lokasi longsor. Petugas pencarian yang disebar menemukannya dalam keadaan tengkurap. ”Saat penggalian kelihatan jari korban. Kemudian, terus digali dan benar, anggota tubuhnya terlihat,” paparnya.

Pencarian korban hingga hari ketiga itu memang karena medannya yang sulit. Apalagi kemiringan timbunan sampah mencapai 70 derajat. Satrio menyatakan, para petugas harus menjaga keseimbangan saat melakukan evakuasi. Begitu pun, sampah yang licin masih berbahaya dan kemungkinan akan longsor kembali. ”Evakuasinya memang sulit bagi rekan-rekan, karena kondisinya miring. Bahkan bisa longsor lagi kalau petugas tidak menjaga keseimbangan,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, penampungan sampah di TPA Supiturang sudah overload sejak tiga tahun lalu. Dalam sehari, ada sekitar 500 ton sampah dari Kota Malang yang masuk ke TPA. Apalagi, TPA seluas 32 hektare itu hanya memanfaatkan satu sisi lahan. Hanya sekitar 16 hektare saja yang digunakan.

Nah, tumpukan sampah tersebut yang kemudian longsor dan menimbun Agus. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, sebelum gunungan sampah setinggi puluhan meter itu ambrol, Agus mengais sampah bersama rekannya, Miskan, 35, warga Supiturang, Mulyorejo. Keduanya berada di atas lereng gunungan sampah yang menjulang. Sedangkan para pencari sampah lain di jam itu sedang istirahat. ”Tiba-tiba kok tumpukan sampahnya gerak-gerak pelan, kalem,” cerita saksi yang berjarak sekitar 10 meter dengan korban sewaktu kejadian.

Sampah mulai bergerak pelan-pelan. Ada geseran-geseran dari sampah yang diinjak Agus dan Miskan. Dia juga ikut merasakan gerakan sampah itu. Karena sadar jika tumpukan sampah akan longsor, keduanya bisa jatuh ke jurang hingga ke sungai. ”Saya tidak gerak. Langsung nggandol sampah (lereng, Red),” kata pria bertato itu.
Nasib Miskan beruntung. Dia tetap tenang tidak bergerak. Sebaliknya, Agus memilih berlari kencang untuk menghindari longsoran gunungan sampah. Namun nahas, sampah yang sedemikian banyaknya itu tetap ”menelan” Agus. ”Dia jatuh, posisi terakhir saya lihat di tengah tumpukan,” ujarnya menunjukkan lokasi.

Terlihat, longsoran sampah itu cukup lebar. Sehingga, jatuhnya sampah yang menimbun cukup banyak. Sejak itu, Miskan tidak lagi mendengar suara rekannya yang tinggal di Kecamatan Wagir tersebut. Sadar temannya tertimbun, Miskan langsung meminta bantuan rekannya yang ada di atas gunungan sampah. ”Saya langsung teriak minta tolong. Pekerja juga takut, sampah longsor lagi,” terang Miskan.

Pewarta: Fajrus Shidiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Rubianto