Korban Serangan Israel Terus Berjatuhan, ACT Pasok Bantuan ke Gaza

JawaPos.com – Pasca eskalasi serangan Israel di jalur Gaza, banyak korban yang berjatuhan merupakan perempuan dan anak-anak. Organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) tanggap pun secara sigap memberikan bantuan, mulai dari makanan hingga obat-obatan.

Kondisi terkini sudah lebih dari 70 kali serangan dan pengeboman menyasar warga Palestina di Gaza. Serangan itu juga menewaskan 34 orang dan 120 orang terluka. Pihak ACT menganggap bahwa apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina merupakan kejahatan serius dan mengerikan.

“Sejumlah korban yang terluka pun masih mendapat perawatan medis dari tim ACT. Sejak serangan terjadi pada Selasa (12/11), relawan dan mitra ACT di Gaza terus bergerak turut memberikan dukungan medis. Saat ini salah satunya adalah bantuan kruk dan kursi roda,” jelas Anggota Global Humanity Response (GHR) – ACT, Andi Noor Faradiba seperti keterangan tertulis, Sabtu (16/11).

Anak-anak korban serangan sedang menjalani kehidupan pasca serangan dengan kondisi yang memprihatinkan.. (ACT for JawaPos.com)

Selain bantuan medis, ACT juga memberikan bantuan peralatan rumah tangga untuk korban yang rumahnya mengalami kerusakan serangan. “Kami masih terus memberikan pelayanan kepada para korban. Di samping bantuan pasca serangan, ACT juga masih menjalankan program bantuan pangan bagi penduduk Gaza,” terang Faradiba.

Seorang peneliti konflik di Gaza, Khodor Aldaraj mengungkapkan bahwa penjajahan yang dilakukan Israel sangat mempersulit kehidupan masyarakat. Bahkan, warga yang tinggal tidak boleh membawa masuk barang ke dalam kota Gaza, termasuk perlengkapan medis.

“Jadi, kita harus membantu dan mendukung mereka agar mereka dapat merasa tenang, atau paling tidak merasa memiliki sesuatu yang dapat mendukung mereka. Situasi di Gaza sangat buruk saat ini. Orang- orang memenuhi jalanan di Gaza, tanpa rumah atau tempat bernaung. Pemboman masih terjadi, banyak orang tewas, serta banyak yang kehilangan rumah,” tutur dia.

Selain itu, ACT juga memberikan bantuan berbentuk penyediaan Bank Darah untuk warga Gaza yang menjadi korban serangan. Ini merupakan kolaborasi antara ACT dengan Central Blood Association di Khan Younis Gaza yang berada di lokasi, seperti universitas, masjid, dan tempat umum lainnya.

Sebelumnya pada September lalu, ACT menargetkan kesediaan 1.000 kantong darah untuk menyuplai kebutuhan pasien-pasien di Gaza. Hingga Desember nanti, 1.000 kantong darah ditargetkan mampu memenuhi jumlah kebutuhan darah di Gaza.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking