Korban SD di Coban Talun Terpeleset dan Tenggelam, Bukan Terseret Arus

KOTA MALANG – Syok. Mungkin itu perasaan yang dirasakan oleh Heri Yunatan, 50, saat dikabari anaknya tenggelam sekitar pukul 4 sore, (11/12). Pria yang juga termasuk pengurus komite siswa di SD Insan Mulia ini awalnya tidak menyangka jika anaknya yang jadi korban kecelakaan di wanawisata coban talun.

“Saya diberitahu, ga ngerti kalau anak saya yang ikut (hilang), pokoknya ada tiga yang hilang, bayangan saya hilang yaapa, bayangan saya diculik atau gimana,” papar Heri.

Bapak dari Mohammad Hannan, 9, inipun langsung bergerak menuju lokasi. Heri merasakan langsung di lokasi sambil berharap anaknya segera ditemukan.

Di rumahnya di daerah Kacuk, Kota Malang, Ia mengakui sendiri bahwa anaknya bukan hanyut, namun terpeleset dan tenggelam. “Empat meter itu dalamnya, jadi memang dari kubangan air yang besar itu kan luas, jadi banyak yang main di situ, terus ada semacam gerojokan, dibawahnya itu tenggelamnya, tapi kan anak anak nggak tahu kalau itu dalam,” urainya.

Hingga pukul 12 malam, Heri setia menunggu di lokasi. Bahkan tim gabungan dari BPBD Kota Batu, Basarnas, TNI, Kepolisian hingga PMK dan berbagai tim SAR serta relawam harus menyedot air dan membendung air agar memudahkan pencarian ketiga korban dari SD Insan Mulia.



“Kalau yang saya tahu, nggak, nggak hanyut kok, terus ada bahasa air bah juga, nggak ada kok, jadi Intinya anak itu kepeleset, jatuh, terus tenggelam,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido