Korban Meninggal Akibat Pemilu Bertambah Jadi Empat Orang

JawaPos.com – Pilpres dan Pileg diselenggarakan secara serentak pada Rabu lalu (17/4). Selama proses pemilihan sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa daerah di Sumsel meninggal dunia.

Berdasarkan catatan KPU Sumsel, ada empat petugas KPPS yang meninggal dunia. Yakni Fachrul, petugas KPPS di TPS 02 di Ogan Komering Ulu (OKU); Tuti Hidayati, petugas KPPS Desa Suka Mulya, Ogan Komering Ilir (OKI); Untung Imansyah, petugas KPPS di Banyuasin dan Syarifuddin KPPS di TPS 06 di Desa Anyar, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan, Hepriadi mengatakan semula jumlah yang meninggal dunia ada dua. Namun, pihaknya mendapatkan informasi jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia bertambah menjadi empat orang.

“Ya, kami baru dapat informasi lagi ada tambahan dua petugas KPPS yang meninggal dunia,” katanya saat dihubungi, Senin (22/4).



Selain jumlah petugas KPPS yang meninggal bertambah, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa ada tiga petugas yang kini dirawat di rumah sakit. Ketiga petugas ini berada di Lahat, Lubuklinggau dan OKU Timur.

Ia mengaku, dua dari tiga petugas yang dirawat ini dalam kondiri kritis seperti pecahnya pembuluh darah hingga ada yang tengah koma dan tidak sadarkan diri.

Meskipun begitu, para petugas ini telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik saat pencoblosan hingga perhitungan suara.
“Mereka ini sebelumnya sehat dan dicantumkan surat kesehatannya. Tapi, mungkin mereka kelelahan sehingga terjadi seperti ini,” terangnya.

Saat ini, pihaknya berencana untuk memberikan santunan kepada para petugas tersebut. Karena mereka merupakan pahlawan demokrasi. “Mungkin kami akan patungan untuk menghimpun dana bantuan untuk mereka,” tutupnya.