Korban Konflik PKL Tuntut Keadilan

KOTA BATU – Kasus perkelahian yang melibatkan empat pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Batu terus bergulir. Kuasa hukum korban perkelahian PKL, Sulianto SH, tetap menuntut agar pihak berwenang bertindak adil. Tuntutannya itu berkaitan dengan penetapan dua terduga tersangka, Cristiant Adi Candra dan Cristiant Aries.

”Sampai saat ini, yang ditahan hanya si adik (Cristiant Aries) saja,” terang Sulianto. Dari pendalamannya, kedua kakak beradik itu sebenarnya terbukti melakukan tindak penganiayaan secara bersama-sama. Di sisi lain, dia melihat adanya kekeliruan penyidik dalam menyematkan tuntutan pada tersangka.

Sulianto menjelaskan, polisi mengenakan Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Dua produk hukum tersebut menurut dia kurang tepat. Karena Rendra Onni Fernando dan Surya Candra dilukai dengan senjata tajam. ”Pertanyaan saya, mengapa Undang-Undang Darurat Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam tanpa Izin tidak dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Malah yang dimasukkan hanya pasal 351 dan 170 KUHP,” keluh dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Anton Widodo, turut menyampaikan alasan di balik penyidikan kasus tersebut. ”Si tersangka satunya sampai saat ini masih menjalani tahap penyembuhan. Dari itu, penyidik belum bisa melakukan penahanan terhadap tersangka,” kata dia.

Pewarta: Octo Pratama
Penyunting: Bayu Mulya