Kopi Kapal Api Hadirkan Bejo untuk Buka-bukaan Cara Jadi Sociopreneur

MALANG KOTA – Sociopreneurship merupakan konsep yang tepat agar seorang pengusaha bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Salah satu yang konsen pada sociopreneurship ini adalah Bejo dari komunitas Malang Sejuta Kopi.

Dalam acara Campus Talk oleh Kapal Api di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Bejo banyak menceritakan proses pendampingannya. Dia mengajari proses dari petik kopi hingga pascapanen. Mengapa begitu? Sebab, saat ini tak banyak petani yang mengerti bagaimana proses memetik, menjemur, hingga menjadi kopi yang baik sesuai standard operating procedure (SOP).

”Dan petani mendapatkan pendampingan ini secara gratis tanpa mengeluarkan modal. Karena memang yang melatarbelakangi saya melakukan hal ini adalah ketenangan. Jika dekat dengan petani, saya merasa tenang. Apalagi bisa memberi manfaat bagi mereka, hal yang membahagiakan bagi saya,” ucap Bejo yang menjadi narasumber.

Sementara itu, Managing Director PT Santos Jaya Abadi Paulus Nugroho mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk membagikan semangat kewirausahaan sosial melalui program inspiratif, yakni Secangkir Semangat #BuatNyata Tujuanmu. Sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kopi Kapal Api untuk mengembangkan potensi anak muda Indonesia dalam menggeluti sociopreneurship. Untuk diketahui, PT Santos Jaya Abadi adalah perusahaan yang menghasilkan produk Kapal Api.

”Kapal Api menjadi kopi nomor dua di dunia, khususnya di kategori kopi bubuk. Tak bisa dilepaskan dari peran serta masyarakat Indonesia sebagai penikmatnya. Oleh karena itu, melalui program inilah, salah satu bentuk terima kasih kami untuk masyarakat,” jelasnya.

Tokoh sociopreneurship adalah orang-orang yang menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi sekitarnya. Jika kopi Kapal Api mendukung calon sociopreneur untuk bisa tumbuh mandiri dengan baik, maka dampak positif pun akan lebih banyak menyebar. ”Alasan inilah yang membuat kita fokus pada sociopreneurship, bukan entrepreneurship atau program lainnya. Dan bisa disebut, kita satu-satunya perusahaan yang mendukung sociopreneurship supaya kita bisa memberikan dampak positif ke seluruhnya,” tandasnya.

Sementara itu, Leonard Theosabrata, founder Indoestri Makerspace, sebagai salah satu pegiat sociopreneurship, menyatakan, membangun bisnis yang memberikan nilai positif bagi masyarakat bukanlah hal yang mudah, harus serius, dan konsisten. Hal yang paling penting dilakukan sebelum memulai adalah menemukan ”why” terlebih dahulu. ”Karena dengan alasan dan tujuan yang kuat, akan membuat kita menikmati prosesnya dan tidak cepat menyerah. Selain itu, kita juga harus percaya pada diri sendiri dan bisnis yang kita jalani,” jawabnya ketika dilontari pertanyaan oleh moderator Darius Sinathrya, kemarin (20/9).

Hal senada juga diungkapkan Azalea Ayuningtyas, co-founder Du Anyam, selain memberikan dampak sosial-ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat, suatu usaha sosial juga harus dipikirkan dan dirancang secara jangka panjang agar sustainable atau berkelanjutan. Sehingga bisnis dapat terus berkembang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, founder House of Diamonds Nur Cholidah dan Noor Raaman menyatakan, berbagi wawasan tentang sociopreneurship merupakan salah satu keinginannya sejak mendirikan House of Diamonds. Karena memulai sebuah usaha sosial memang menantang. ”Anak muda yang ingin menjadi sociopreneur harus pandai-pandai dalam menggabungkan visi sosial ke dalam bisnisnya. Yakni dengan mengamati permasalahan hidup sehari-hari yang dekat dengan mereka,” terang Ida, sapaan Nur Cholidah.

Sebagai informasi, program Secangkir Semangat #BuatNyata Tujuanmu menggugah semangat kewirausahaan sosial seluruh muda-mudi Indonesia yang berusia 20–35 tahun. Program ini masih membuka pendaftaran proposal usaha sosial melalui platform www.secangkirsemangat.id. Berdasarkan data, hingga saat ini sudah lebih dari 3.500 proposal yang didaftarkan dan ada 20.000 orang yang bergabung dalam gerakan Secangkir Semangat.

Program ini pun masih akan berjalan hingga 30 September 2018. Keseluruhan program masih akan berjalan hingga Februari 2019 mendatang dan bagi peserta dengan proposal terbaik akan ditetapkan menjadi pemenang dengan hibah modal usaha hingga Rp 250 juta dan kesempatan mentoring bersama Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG.

Kopi Kapal Api melalui program Secangkir Semangat #BuatNyata Tujuanmu sebelumnya telah sukses menggelar kegiatan Networking, Apprenticeship, dan Workshop Sociopreneur di enam kota berbeda. Yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, dan Malang. Usai dari Malang, Campus Talk akan berlanjut ke Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jogjakarta pada 24 September 2018 dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 27 September 2018.

Pewarta: Binti
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq