Kontraktor GOR Kanjuruhan Kena Denda

KEPANJEN – Pembangunan gelanggang olahraga (GOR) indoor di area Stadion Kanjuruhan meleset dari target. Pembangunan tahap pertama seharusnya tuntas akhir 2019. Namun, hingga kemarin (23/1) proses pengerjaannya diketahui belum rampung. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Atsalis Suprianto menuturkan bila hingga kemarin tahap pengerjaan sudah mencapai 97 persen.

”Sekarang tinggal menutup lapisan luar untuk atap di sektor utara saja, kalau lapisan aluminiumnya sudah selesai. Tinggal lapisan peredamnya saja supaya ketika hujan suaranya tidak terdengar di dalam,” kata Atsalis. Atas keterlambatan tersebut, pemkab meminta agar pihak kontraktor bertanggung jawab dengan membayarkan denda. ”Ya kami denda, Rp 10 juta per minggu. Denda itu harus mereka transfer ke rekening kas daerah,” sambungnya.

Sementara untuk konstruksi di bagian bawah, mantan camat Wajak itu menuturkan bahwa pembangunannya akan dilanjutkan pada tahap kedua. Seperti diketahui, GOR indoor di kawasan Stadion Kanjuruhan dibangun dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Nilainya mencapai Rp 14,7 miliar. ”Sementara untuk tahap kedua nanti dialokasikan dari APBD tahun ini. Kurang lebih nilainya Rp 23 miliar,” terang Atsalis.

Pembangunan di tahap kedua nantinya akan dikonsentrasikan pada pengerjaan bangunan penutup hingga finishing.  GOR indoor Stadion Kanjuruhan tersebut nantinya akan memiliki kapasitas 4.000 orang. Sedangkan pemanfaatannya akan digunakan untuk olahraga yang bisa dilakukan di ruang tertutup seperti voli, basket, sepak takraw, bulu tangkis, tenis, dan beberapa jenis olahraga indoor lainnya.

Untuk pembangunan tahap kedua, Atsalis menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses lelang. ”Bulan Januari sampai Februari kami akan mulai melakukan lelang, untuk pembangunan kami perkirakan paling cepat bisa terlaksana pada Juli,” katanya. Sedangkan lama pengerjaan fisik hingga GOR dapat dioperasionalkan kemungkinan membutuhkan waktu selama 4 bulan. ”Target kami September kalau bisa sudah bisa difungsikan,” tukas dia.

Pewarta : Farik Fjarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya