Konsisten Pertahankan Rasa sejak 1967

 

MESKI sudah ada sejak tahun 1967, Pos Ketan Legenda masih tetap eksis sampai saat ini. Malah, kuliner yang satu ini seolah menjadi santapan ”wajib” bagi wisatawan saat berkunjung ke Kota Apel ini.

Panganan tradisional ini, saat ini digemari banyak orang dari berbagai kalangan. Mulai pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, wisatawan, artis sampai pejabat. Namun, tentu saja untuk bisa menjadi kuliner andalan seperti sekarang perjalanannya tidak mulus.

Sugeng Hadi, owner Pos Ketan Legenda Kota Batu, mengaku mengalami jatuh bangun dalam merintis bisnis kuliner ini. Sugeng adalah generasi kedua yang mewarisi usaha Pos Ketan Legenda dari ibunya. Dulunya, tempat berjualan Pos Ketan Legenda masih ngemper di depan Kantor Pos di Kota Batu.

Usaha yang dikelola keluarga ini, baru beranjak depan Kantor Pos dan beralih ke kios pada 2011 lalu. Dia mengaku, sejak mengambil alih Pos Ketan Legenda pada 2010, bisnis ini lebih terstruktur. Hingga saat ini, sudah ada 3 cabang di Kota Batu dan 8 franchise Pos Ketan Legenda di luar Kota Batu.

Semakin banyak dikenal, tentu saja membuat usaha yang sama kini juga kian menjamur. Hanya saja yang membedakan Pos Ketan Legenda dengan kuliner ketan yang lainnya adalah nama legenda. Bagi Sugeng, yang membuat pelanggan tidak pindah ke lain hati adalah konsistensi yang dijaga.

Bahan baku yang digunakan adalah bahan baku pilihan agar mutu dan kualitas terjaga. ”Dan itu tidak mudah ditemukan di pasaran,” imbuh dia. Bahkan, menurutnya, untuk durian dia khususkan mengambil di Medan. Sedangkan ketan, impor dari Th ailand. Dalam sehari, Sugeng pun bisa menjual 1.500 porsi.

Selain konsisten menjaga rasa, Pos Ketan Legenda selalu berinovasi dalam menu. Seperti halnya inovasi topping yang beraneka ragam, mulai durian, nangka, keju, susu, cokelat, dan lainnya, serta tetap menjaga menu original. ”Saat ini sudah ada 28 varian rasa,” ucap Sugeng. (ulf/c1/adk)