Konflik Syria Tewaskan 380 Ribu Jiwa, ACT Ajak Masyarakat Berdonasi

JawaPos.com – Dalam membantu korban Syria , lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat untuk berdonasi. Sejak 2011, penyerangan di Bumi Syam itu telah menelan korban jiwa hingga 380 ribu jiwa. Sedangkan warga yang eksodus, warga asli keluar Idlib, dari Desember 2019 sampai Januari 2020 mencapai lebih dari 350 ribu jiwa.

“Kita ingin turut serta meringankan derita penduduk Syria melalui sejumlah program yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian antarsesama. Khususnya para korban yang terkena dampak konflik berkepanjangan,” terang Dewan Pembina ACT Syuhelmadi Syukur dalam konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Jumat (17/1).

Dia mengatakan bahwa serangan dari pasukan pemerintah Syria terus berlanjut di beberapa kawasan Idlib, Syria. Padahal, terdapat kesepakatan gencatan senjata pada 12 Januari kemarin antara Turki dan Rusia dalam konflik sembilan tahun Syria.

“Kami ingin meningkatkan kepedulian antar sesama, khususnya untuk saudara-saudara kita yang terkena dampak konflik yang berkepanjangan. Kami ingin kembali mengajak kesadaran umat, bahwa pentingnya kita membantu saudara-saudara kita di bumi Syam,” ujarnya.

Menurut dia, jika ada golongan maupun kelompok yang berselisih, hal itu patut untuk diselesaikan. Membantu mendamaikan dengan cara yang adil tanpa memihak salah satu golongan.

“Bukan hanya konflik yang terjadi di sana, namun juga musim dingin yang mencapai 4 derajat celcius yang berdampak kepada rentangnya kesehatan para pengungsi,” jelas dia.

Hal yang sama juga diungkapkan Presiden ACT Ibnu Khajar agar masyarakat dapat bertindak secara nyata. Pasalnya, dukungan mayoritas diberikan melalui media sosial.

“Hilangnya tempat tinggal, kondisi kesehatan yang memburuk, cuaca yang ekstrem telah menambah derita para pengungsi di Suriah. Ini menjadi tugas kita untuk menolong saudara-saudara yang kesusahan. Jangan biarkan mata kita tertutup dan enggan membagikan kebahagiaan untuk saudara-saudara kita di Syria,” tambah dia.