Komunitas Runners Deklarasikan Malang Marathon 2018

MALANG KOTA – Olahraga lari kini menjadi tren di Malang. Untuk terus memasyarakatkan olahraga lari, Kamis malam lalu (4/1) komunitas lari Malang Raya melakukan deklarasi di Hotel de’Boutique, Jalan Kaliurang, Kota Malang. Selain itu, dalam waktu dekat, belasan komunitas lari bersama Jawa Pos Radar Malang siap menginspirasi melalui gelaran Malang Marathon 2018.

Dalam deklarasi tersebut dihadiri masing-masing perwakilan komunitas lari di Malang Raya. Di antaranya, RGO (Running Goal Oriented), PJC (Pete Jogging Community), BRC (Beyond Running Club), Mantra (Malang Trail Runners), LJ Runners, Makers Runners, RMR (Run Malang Run), Free Letics, Batu Runners, dan Nestle Runners. Mereka adalah pelari yang tergabung mulai dari masyarakat sipil, pegawai, dan TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Komandan Yonko Paskhas 464 TNI-AU Mayor Pas Moh. Misbahul Munir, salah satu pelari yang menjadi pemateri dalam deklarasi tersebut, menceritakan, dia ingat saat berada di ketinggian gedung, tepatnya di Singapura. Dari atas dia melihat sejumlah orang berlari, padahal waktu itu malam hari.

”Dan, sekarang saya sadar banyak orang yang memang butuh olahraga berlari. Jika siang hari untuk bekerja, mereka memilih malam hari untuk olahraga,” terangnya kepada runners yang hadir.

Munir–sapaan akrabnya–menyatakan, jika olahraga lari baru-baru ini memang menginspirasi banyak orang. Dia menyatakan, hal itu tak luput dari peran media yang hadir mengekspos olahraga yang ngetren baru-baru ini.



”Untuk itu saya kira, lebih baik satu kali action di media. Itu lebih baik dari seribu kali action di lapangan,” kata Munir.

Sedangkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menyatakan, agenda tersebut memang dilatarbelakangi tren olahraga lari di masyarakat saat ini. Selain karena kebutuhan, juga untuk kesehatan tubuh.

”Dari agenda ini, kami ingin mengedukasi tentang hidup sehat dan komunitas ini bisa menginspirasi masyarakat,” tuturnya.

Tren olahraga di Malang, dia menyatakan, memang semakin tinggi. Dia membuktikannya dengan event Fun Bike Jawa Pos Radar Malang yang diselenggarakan pada akhir 2017 lalu.

”Pesertanya membeludak. Sebelum mereka masuk arena, ternyata peserta dari luar Kota Malang itu berwisata dulu. Mereka sudah berada di Malang sebelum lomba,” ujarnya. Dengan begitu, dia melanjutkan, Malang menjadi destinasi wisata yang juga bisa mewujudkan event besar bagi masyarakat luar kota.

Selain itu, perwakilan PJC (Pete Jogging Community) Paulus menyatakan, dari perkumpulan yang terjadi malam itu, event Malang Marathon 2018 sudah harus disiapkan. Karena dari belasan komunitas yang sudah bergabung bisa memberi kontribusi untuk mengajak komunitas dan runners lain di luar kota untuk join dalam event ini.

”Pak Dandim (Letkol Inf Nurul Yakin, Red) ingin event ini terwujud. Kami yakin bisa tembus 4.500 peserta,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Jawa Pos Radar Malang Mardi Sampurno yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan jika olahraga running sudah mewabah di Malang.

”It’s more than just hobby,” ucapnya. Untuk itu, Jawa Pos Radar Malang akan mendukung dan terus mengawal inspirasi-inspirasi yang akan diberikan masing-masing komunitas lari yang tergabung dalam Kolamara (Komunitas Lari Malang Raya).

”Yang menginspirasi itu memang harus dikenal,” sambungnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka