Komplotan Mahasiswa Jadi Pelaku Curanmor

MALANG KOTA – Mahasiswa seharusnya menuntut ilmu di kampus, bukan menjadi penjahat atau melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Adanya aksi curanmor yang dilakukan komplotan mahasiswa itu terungkap saat Polres Malang Kota merilis hasil tangkapannya kemarin (26/4).

Dari enam pelaku yang ditangkap pada satu minggu terakhir ini, lima pelaku di antaranya adalah komplotan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi (PT) Kota Malang. Mereka adalah Angga Eka Bima, 26, warga Candipuro, Lumajang; M. Hafiz, 26, warga Candipuro, Lumajang; Faisal Amrullah, 23, Pakuniran, Probolinggo; Dedi Dwi Cahyo, 21, Paiton, Probolinggo; dan M. Nur Habibi, 21, Besuki, Situbondo. Sementara itu, M. Shukur, 40, warga Candipuro, Lumajang, berperan sebagai penadah sepeda motor hasil curian.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menyatakan, para pelaku ini adalah mahasiswa yang sedang kuliah di Kota Malang. ”Tingkatannya beragam. Ada yang semester empat, ada juga yang semester enam,” tutur Hoiruddin kemarin.

Mereka beroperasi di kawasan Lowokwaru. Modus operandinya adalah membobol kendaraan menggunakan kunci T. Biasanya, mereka menyasar sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan, kampus, hingga kos-kosan. ”Ada yang bertugas mengawasi keadaan, ada pula yang menjadi pemetik,” katanya.

Pengungkapan ini berawal dari tertangkapnya M. Shukur. Dari situ, petugas melakukan pengembangan dengan mencari para pemetiknya. ”Motor dibeli seharga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per unit,” terang Hoiruddin.
”Dari keterangan sementara, uang yang didapat digunakan untuk membeli sabu. Sebab, mereka sering mengadakan pesta bersama,” imbuh Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Mahmudan
Foto: Darmono