Komitmen Pemkot Malang Wujudkan Kota yang Kondusif (3-Habis)

Kolaborasi Antarinstansi Jadi Kunci

MALANG KOTA – Setiap program yang dicanangkan wali Kota Malang biasanya melibatkan lebih dari satu OPD (organisasi perangkat daerah). Bahkan, tak sedikit pula yang membutuhkan peran dari instansi lain non-pemerintah. Tanpa adanya sinergi dan komunikasi yang baik, mustahil program-program itu bisa terwujud.

Contohnya ketika Pemerintah Kota Malang membuat Kampung Wisata Topeng di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang Februari 2017. Kampung tematik yang menjadi pemukiman eks tunawisma itu terwujud berkat kerja sama beberapa OPD. Di antaranya, dinsos (dinas sosial) dan dinas PU (pekerjaan umum).

Pada program kampung tematik lainnya juga demikian. Bahkan, untuk pengecatan jembatan kereta api di kawasan Kampung Warna-Warni Jodipan ikut melibatkan anggota TNI.

Wali Kota Malang Moch. Anton menyatakan, untuk program apa pun, dia selalu berusaha melibatkan lima pilar. ”Kami menggunakan stategi komunikasi pentaholix. Yakni, melibatkan pemerintah, akademisi, pengusaha, masyarakat, dan media,” kata Anton.

Untuk mempererat sinergi dan jalinan komunikasi itu, lima pilar tersebut mesti intens bertemu. Salah satunya lewat agenda blusukan ke kampung-kampung yang dilakukan setiap dua minggu sekali.



Blusukan itu biasanya berlangsung mulai pukul 06.30–14.00. ”Pola komunikasi dilakukan lewat dialog langsung dengan warga masyarakat. Kami mengajak OPD, unsur forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah), perguruan tinggi, juga pengusaha,” kata politikus PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ini.
Sejumlah event yang digelar sepanjang tahun ini juga menjadi bagian untuk memperkuat sinergi antarpilar. Di antaranya, event Otonomi Award Lurah Camat.

Ajang itu mendorong setiap kelurahan dan kecamatan untuk membuat inovasi. Baik dalam hal layanan publik maupun ekonomi kreatif. Nah, inovasi-inovasi hanya bisa terwujud ketika antarelemen masyarakat dengan pihak kelurahan dan kecamatannya kompak.

Lalu, ada pula Lomba Rancang Malang untuk mewujudkan kawasan perkampungan yang berkarakter. ”Ajang itu melibatkan dan memadukan antarbirokrasi wilayah, masyarakat, perguruan tinggi, dan swasta (pengusaha),” pungkasnya.

Lebih lanjut Anton berharap, sinergi antar berbagai elemen itu tetap terjaga pada 2018 dan tahun-tahun selanjutnya. Dengan cara itulah, Kota Malang bisa menjadi kota yang diperhitungkan di tanah air.

Pewarta: NR5
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy editor: Dwi Lindawati
Layout: Rahadian Bagaskoro