Koleksi Minim, Perpustakaan Masih Sepi Peminat

KOTA BATU – Keberadaan perpustakaan umum di Balai Kota Batu selama ini masih belum maksimal. Kurangnya jumlah koleksi buku, membuat perpustakaan yang ada di lantai dua dan tiga ini kerap sepi pengunjung. Karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu akan menambah jumlah koleksi buku.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Eko Suhartono menyatakan, rencananya memang akan menambah koleksi buku lagi. ”Di triwulan akhir tahun ini,” kata dia.

Mengenai jumlah penambahan secara rinci, masih dihitung berapa kebutuhannya. Termasuk jenis buku apa saja yang perlu ditambah. ”Sekarang ini kami masih minta masukan dari pustakawan, komunitas baca, dan mahasiswa jurusan perpustakaan, buku apa yang diminati sekarang ini,” kata Eko. Sebab, dia tidak ingin buku yang didatangkan nanti sia-sia alias salah sasaran. Tidak sesuai dengan keinginan pengunjung. ”Jangan keinginan saya, terlalu tua nanti,” kata dia sambil bercanda.

Sampai sekarang ini, jumlah koleksi buku milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu kurang lebih 27.798 buah. Jumlah tersebut, selain ditempatkan di perpustakaan umum Balai Kota Among Tani, sebagian besar ada di Taman Baca Masyarakat (TBM), Hutan Bondas Kota Batu. ”Mayoritas di TBM, karena lokasi di sana lebih strategis,” ungkap Eko.

Di TBM, dalam sehari kunjungan, pembaca mencapai 100 lebih. Berbeda dengan di perpustakaan umum Balai Kota Among Tani, dalam sehari, kadang pengunjung hanya 30–40 orang. ”Kalau bicara ideal, di sini sebenarnya kurang,” kata alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini.

Sebab, lokasinya yang ada di gedung pemerintahan membuat masyarakat malas datang. Berbeda dengan TBM yang memang berada di taman kota. ”Karena itu, planning saya nanti itu, setiap kecamatan ada masing-masing TBM,” ungkapnya.

”Di beberapa desa sudah ada perpustakaan, namun yang kami inginkan dikelola lebih baik lagi dan profesional. Untuk itu, sumber daya manusia (SDM)-nya akan kami dampingi nanti,” janji Eko.

Pewarta: Aris Dwi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Falahi Mubarok