Kolaborasi Desainer Indonesia dan Australia di JFW 2018

Perancang yang tinggal di Melbourne ini memamerkan koleksi paling terbaru di panggung Kedutaan Besar Australia. Lin mengajak label busana Indonesia yakni Monday to Sunday dan Jenahara Black Label.

Para desainer itu telah berpartisipasi dalam kursus singkat kesiapan bisnis internasional untuk sektor tekstil dan fesyen yang digelar Australia Awards yang merupakan program beasiswa bergengsi yang didanai pemerintah Australia yang menawarkan peluang belajar.

Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia dari Kedutaan Besar Australia Bradley Amstrong mengatakan koleksi-koleksi yang dihadirkan merefleksikan kecanggihan dan kreativitas perancang Australia dan Indonesia. Ini adalah tahun keempat perancang Australia tampil di Jakarta Fashion Week yang tidak hanya merefleksikan keberagaman hubungan dua negara tetapi juga pentingnya industri fesyen.

“Para desainer ini berada pada pusaran tren fesyen global dan sungguh menggembirakan bisa melihat koleksi-koleksi baru mereka di ajang ini,” tegas Bradley dalam konferensi pers, Sabtu (21/10).

1. Desainer Chris Ran Lin
Perancang busana pria asal Australia ini menggunakan pola-pola rajutan yang rumit untuk menghasilkan bahan rajutan yang sangat detail dan penjahitan wol yang penuh warna dan lembut namun tetap maksimum.

2. Monday to Sunday
Menggunakan batik untuk dimodifikasi menjadi lebih indah. Membuat berbagai motif dari rumah tradisional Indonesia. Di antaranya rumah Padang, Joglo, Jawa, Papua dan digambar pakai tangan. Kemudian ditambah dengan mutiara dan embrodery bintang.

Menggunakan pencelupak alami sehingga warnanya menjadi lebih indigo. Koleksinya memang dihadirkan untuk musim semi dan musim panas. Belajar dari para perajin di Jogjakarta dan tak menutup kemungkinan untuk dipasarkan di Australia.

Jenahara Black Label
Digagas oleh Jenahara bertema perang. Jenahara mempersembahkan karyanya bagi para perempuan yang banyak menjadi korban. Dia berharap lewat fesyen pesan semangat dapat disampaikan.

Terdiri dari 16 koleksi didominasi blazer dipadukan dengan dress yang lebih minimalis. Meski tertuang di dalam Jenahara Black Label, namun Jenahara untuk warna, justru Jenahara lebih memilih warna army look untuk koleksinya kali ini. Sehingga perempuan terlihat lebih perkasa dalam menghadapi peperangan di belahan dunia manapun.


(ika/JPC)