Kok Tega, Bikin Hoax di Tengah Musibah

MALANG KOTA – Entah apa yang menjadi motivasi para produsen kabar hoax ini. Bagaimana tidak, mereka kadang memproduksi hoax yang berkaitan dengan musibah. Saat terjadi kecelakaan dramatis di Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat lalu (25/8) misalnya, hoax tersebar dengan masif di beberapa grup WhatsApp.

Ada kesan kalau pesan ini dibuat untuk menciptakan kekacauan dan ketakutan. Dalam pesan tersebut ditulis

”Bagi keluarga yang punya anak atau saudara yang tinggal di Malang, harap mengecek keberadaan mereka. Ini karena baru saja terjadi kecelakaan yang melibatkan 50 pejalan kaki dan 30 pengendara sepeda motor. Yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini juga fantastis, yakni 20 orang”.

Adanya kecelakaan di Karangploso memang benar adanya. Namun, fakta yang melibatkan 50 pejalan kaki, 30 pengendara sepeda motor, dan 20 orang meninggal dunia adalah hoax. Informasi ini juga dengan cepat diluruskan Polres Malang melalui akun Instagram mereka.

”Kejadian yang sebenarnya 2 orang meninggal di tempat dan dua orang meninggal di rumah sakit, untuk korban luka ada 11 orang yang masih dirawat di RS,” demikian keterangan resmi Polres Malang.

Sebagaimana diketahui, peristiwa nahas itu bermula dari sebuah truk pengangkut back hoe (alat berat) bernopol N 9065 VA yang melaju dari arah Batu ke Karangploso. Hingga di depan Pasar Karangploso, gas truk itu mengalami masalah. Saat gas diinjak, tidak bisa kembali (bandang) seperti posisi semula.

Diduga karena tidak bisa mengendalikan gas, sopir menabrakkan truknya ke arah tiang listrik di kiri jalan. Karena tidak bisa berhenti, lalu truk menabrak sejumlah pengendara sepeda motor yang ada di depannya.

Namun, meski sudah menabrak banyak pengendara motor, truk tak juga berhenti. Hal ini menjadikan sopir makin bingung. Lantas, sopir truk membanting setirnya ke kanan. Di lajur kanan, truk ”menyikat” mikrolet warna merah bernopol N 1804 VG jurusan Karangploso–Arjosari (KA). Setelah menabrak mikrolet, truk pun menubruk mobil Isuzu Panther bernopol N 1996 AW.

Menurut salah satu saksi mata, Ivan, 19, hingga di situ truk belum juga berhenti. Sopir truk lalu membanting setir lagi ke kanan dan menabrak sebuah rumah toko (ruko) milik Munir, 56, dan rumah milik Samsul Arif, 45, warga Dusun Kendalsari, Desa Ngijo, Karangploso. Sopir truk tersebut, yakni Iwan Prasetyo, ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Meskipun sebelumnya, dia sempat melarikan diri.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Indah Setyowati
Grafis: Dhika Rozqi