Koalisi Nasionalis-Religius Bisa Melebur di Jateng

Koalisi Nasionalis-Religius Bisa Melebur di Jateng

Diketahui, PPP diberi ruang oleh PDIP untuk mengajukan Taj Yasin Maimoen sebagai pasangan Ganjar. “Ibu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) memutuskan untuk berkoalisi dengan PPP dalam Pligub Jateng dan nama wakil gubernurnya terserah PPP. Ini kesempatan bagi kita,” ujar Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy dalam silaturahmi dengan para alim ulama dan pengurus DPC PPP di Pemalang, Kamis (1/2).

Karena itu, menjadi kewajiban bagi seluruh elemen PPP untuk memenangkan pasangan tersebut. “Kita sudah diberi kepercayaan, apakah mau disia-siakan?” imbuhnya.

Romi -sapaannya- mengatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tentu sudah melakukan konsolidasi selama lima tahun. “Sehingga seharusnya tidak susah untuk memenangkan pasangan yang kita usung,” tambahnya.

Lebih jauh Romi menuturkan, Pilkada bukanlah kontestasi parpol melainkan figur. Karenanya, sebelum memutukan siapa yang akan dimajukan, semua pihak harus mampu berkaca akan realitas politik.

“Ada kaidah fikh yang mengatakan, kalau tidak bisa mendapat semua maka jangan ditolak semua. Sehingga bila tidak mampu menjadi gubernur, ya wakilnya,” tegasnya.

Di tempat yang sama Taj Yasin Maimoen meminta doa dan restu dari para alim ulama yang hadir. Menurutnya, koalisi antara nasionalis-religius dalam pilgub, bisa melebur di Jateng. Dia berharap, hal yang sama juga terjadi wilayah lain dan pada akhirnya di seluruh Indonesia.

“Ayah saya KH Maimoen Zubair juga memberi dawuh kepada saya, agar bisa membuat Jateng sebagai contoh bagi daerah lain. Sehingga, pilgub di Jateng menjadi rujukan bagi pilgub lainnya,” pungkas Yasin mengutip pesan ayahnya.


(fab/JPC)