Klaim Beres Permasalahan Pembangunan Kantor Kecamatan Sinergi Jawa Pos

Seluruh kerusakan yang diakibatkan aktivitas proses pembangunan tetap tertangani. Saluran irigasi yang sempat tertimbun material tanah uruk dipastikan sudah diangkat. 

Sehingga saluran tetap bisa dialiri air yang mencukupi pengairan persawahan di Pucangrejo. 

‘’Semuanya sudah aman, tidak ada masalah,’’ tutur Gusti, pelaksana lapangan PT Waskita Karya.

Begitu pula dengan kabel penerangan jalan umum (PJU) yang sempat putus. Kabel itu sudah disambung dan lampu bisa menyala seperti sedia kala. Kerusakan dari pembangunan itu juga bukan kerusakan berskala besar. 

‘’Hanya kerusakan kecil dan sudah tertangani semua,’’ jelasnya.

Diakui Gusti, setiap pembangunan memang menimbulkan dampak. Namun, semuanya sudah ter-cover dalam perencanaan sedari awal. 

Sekecil apa pun kerusakan yang diakibatkan, tetap mendapatkan penanganan. Semua fasilitas umum (fasum) tetap bakal kembali lagi seperti sedia kala. 

‘’Kami rasa ini hanya masalah miskomunikasi,’’ ungkapnya.

Jika warga melihat kerusakan akibat kegiatan pengurukan lahan di sana, sejatinya para pekerja bisa diingatkan. Mereka pastinya bisa diajak berembuk. 

Jika ternyata tak digubris, warga bisa melaporkannya pada camat Sawahan sehingga bisa dicari solusi terbaik. Dengan begitu, pembangunan bisa jalan dan fasum warga tidak ada yang terganggu. 

‘’Semua bisa dikomunikasikan,’’ tegasnya.

Namun, Gusti menampik jika pembangunan di sana tanpa pemberitahuan kepada pemdes Pucangrejo. Sebab, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Tontro Pahlawanto sudah meninjau lokasi pembangunan. 

Sudah semestinya pihak pemdes mengetahui pembangunan kantor kecamatan yang baru tersebut. 

‘’Mungkin saat itu yang bersangkutan sedang tidak ada di lokasi,’’ ujarnya.

(mn/bel/sib/sib/JPR)