KKN 24 UMM Terjun Langsung dalam Prosesi Nyadran

Prosesi Nyadran digelar di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Minggu (22/7).

KABUPATEN – Melestarikan kebudayaan menjadi kewajiban semua orang. Tak terkecuali kelompok kuliah kerja nyata (KKN) 24 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan.

Minggu lalu (22/7), para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN 24 UMM mengikuti prosesi Nyadran di desa tersebut. Mereka mengikuti berbagai rangkaian Nyadran. Mulai dari bersih-bersih desa, sampai prosesi upacara puncaknya.

Ketua Koordinasi Desa (Kordes) KKN 24 UMM Muhammad Frendi menyatakan bahwa mengikuti prosesi Nyadran menjadi hal baru bagi sebagian besar anggota kelompok.

”Sangat menyenangkan sekali. Saya kagum dengan partisipasi warga yang masih punya komitmen melestarikan budaya warisan leluhurnya,” ujar dia.

Sementara itu, Surahmat, ketua adat Desa Gunungronggo sekaligus tim pendamping lapangan (TPL) KKN 24 UMM menyatakan bahwa Nyadran sudah menjadi tradisi rutin turun-temurun.



”Kami hanya meneruskan apa yang sudah seharusnya dilestarikan. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat tali kekeluargaan,” jelas dia.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN 24 UMM Yuda Munarko merasa sangat senang karena mahasiswanya dapat berpartisipasi dan membaur dengan warga. Bukan hanya terjun dalam acara Nyadran saja, mahasiswa kelompok KKN 24 UMM juga menggelar sejumlah kegiatan.

Di antaranya penyuluhan kanker serviks dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cek kesehatan lansia, bimbel gratis, hingga pelatihan membuat pisang cokelat.

Pewarta: Indra Mufarendra
Penyunting: Indra Mufarendra
Foto: KKN 24 UMM