Kisah Nyata SMA SPI Difilmkan, Kota Batu Siap-Siap Kewalahan Menerima Wisatawan

KOTA BATU – Hari ini (18/6), Cinemaxx Lippo Plaza Batu digeruduk masyarakat yang penasaran nonton bareng (nobar) sebuah gala premiere film inspiratif bersetting Kota Wisata Batu karya Multi Buana Kreasindo. Tampak hadir, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Budi Yulianto, CEO Multi Buana Group, dan Founder SMA SPI, Julianto Eka Putra . Film bergenre romance inspiratif berjudul Say, I Love You ini rencananya bakal tayang pada 4 Juli 2019.

Film yang membuat sebagian orang menangis terharu saat keluar ruang bioskop ini diambil dari kisah nyata perjuangan anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesis (SPI). “Terus terang saya speechless saking bangganya. Ini menceritakan tentang semuanya yang ada di Kota Batu,” ungkap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Diketahui SMA SPI merupakan sekolah yang didirikan oleh Julianto Eka Putra pada tahun 2005 untuk kalangan siswa kurang mampu dan terletak di Jalan Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu.

Sebagian besar setting film ini mengambil tempat SMA SPI, namun beberapa di antaranya juga berlokasi di Jatim Park. Bude berterimakasih karena selain SMA SPI, wisata lain seperti Jatim Park juga di ekspos dalam setting film itu. “Di samping itu (inspiratif) film ini juga dapat menjadi promosi pariwisata Kota Batu, dan kita siap-siap kewalahan menerima wisatawan yang lebih besar lagi. Saya terima kasih Jatim Park sudah di ekspos,” beber wanita yang akrab disapa Bude itu.

Dalam film tersebut, turut menggambarkan siswa-siswa SMA SPI yang mengola Kampoeng Kidz Learning Center. Yakni sebuah tempat wisata untuk anak-anak yang mendekatkan anak-anak dengan permainan-permainan tradisional. ”Jadi tadi bisa kita lihat ya Kampoeng Kidz berkaca dari Jatim Park, adaptasi dari sana, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka lho bisa, nggak Cuma Jatim Park aja,” ujar Bude.

Perlu diketahui, Budi Yulianto, CEO Multi Buana Group, tertarik mengangkat kisah perjuangan siswa sekolah tersebut setelah secara tidak sengaja menginap di Kampoeng Kidz Learning Center yang dikelola langsung oleh siswa SMA SPI. Selama menginap di sana, Budi melihat sendiri bagaimana keseharian siswa SMA Selamat Pagi Indonesia. Siswa-siswi itu sudah tidak memiliki ayah atau ibu atau keduanya, lalu disekolahkan secara gratis oleh Julianto Eka Putra, founder SMA Selamat Pagi Indonesia.

Selama tinggal di Kampoeng Kidz, Budi merasakan anak-anak ini melayani tamu-tamu dengan hati. Dia lebih kaget lagi karena ternyata mereka mengalami perjuangan hidup yang luar biasa. ”Mereka yang tidak punya latar belakang pendidikan yang baik melayani orang tua saya dengan sepenuh hati. Bahkan, barangkali melampaui bagaimana anaknya sendiri melayani. Orang Indonesia harus tahu perjuangan anak-anak ini,” ujarnya saat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara rumah produksi Multi Buana Kreasindo dan High Desert Indonesia (HDI) Group di Kampoeng Kidz, Batu, Sabtu malam (13/01/2018).

Beberapa nama pemain seperti Dinda Hauw, Teuku Ryzki, Alvaro Maldini, Rachel Amanda, Nadira Octova, Shenina Cinnamon merupakan deretan pemain bermain di film drama romantis inspiring ini. tak sekadar mengharukan, banyak pelajaran atau edukasi yang bisa diambil dari film ini. Di lpantaranya tentang bagaimana perjuangan seorang anak yang bangkit belajar dari keterpurukan trauma

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu