Kisah Nyata Anak Survivor Kanker, Bisa Sembuh Jika Terdeteksi Dini | JawaPos.com

Kisah Nyata Anak Survivor Kanker, Bisa Sembuh Jika Terdeteksi Dini | JawaPos.com

JawaPos.com – Penyakit kanker masih menjadi momok bagi masyarakat. Apalagi jika kanker menyerang pada anak. Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-25 dan memperingati Hari Anak Nasional, Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) mengajak para orang tua dan anak-anak dengan kanker untuk terus semangat. Deteksi dini penting dilakukan agar menyelamatkan mereka.

Karena itu, YOAI menyelenggarakan pertunjukan drama musikal Rasa, Caring from the Heart. Drama ini mengisahkan seorang anak penderita kanker bernama Rasa yang berjuang mengalahkan penyakitnya, hingga ia mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup. Pertunjukan ini merupakan inisiatif dari Cancer Buster Community (CBC) yaitu komunitas yang anggotanya terdiri atas para penyintas kanker anak yang sudah dinyatakan sembuh.

Cerita yang diangkat pada drama musikal Rasa, Caring from the Heart terinspirasi dari kisah nyata para survivor kanker anak yang tergabung dalam CBC. Pertunjukan ini khusus didedikasikan untuk para pasien kanker anak di seluruh Indonesia.

“Kami ingin menyebarkan pesan bahwa kanker pada anak itu dapat diobati dan diusahakan sembuh bila dideteksi atau diobati sejak dini,” kata Ketua YOAI, Rahmi Adi Putra Tahir kepada wartawan, Minggu (29/7).

Untuk sembuh, kata Rahmi, dibutuhkan dukungan. Tak hanya dari sisi medis saja tetapi dukungan dari keluarga dan lingkungan terdekatnya. Dengan adanya dukungan itu 50 persen kesembuhan sudah tercapai.

“Dukungan sangat penting karena saya merasakan sendiri,” ujar Rahmi yang merupakan orang tua dari anak survivor kanker dan kemudian mendirikan YOAI.

Anak-anak yang berhasil sembuh dari kanker, dapat hidup normal untuk bisa bersekolah layaknya anak tanpa kanker. “Drama musikal ini memang didedikasikan untuk semua pasien kanker anak agar mereka punya motivasi kuat untuk sembuh,” paparnya.

Drama Musikal Rasa, Caring from the Heart disutradarai Rama Soeprapto yang berpengalaman menggelar acara serupa melalui sanggar Opera Jelajah Anak Indonesia (OJAI). Menurut Rama, pertunjukan itu tentang perjuangan hidup, cinta kasih, persahabatan, dan kebahagiaan.

“Kita semua bisa membantu mereka, para pasien kanker anak, bahkan hanya dengan memberikan buku gambar dan crayon mereka sudah sangat gembira,” tegasnya.

Seluruh lagu dalam drama musikal yang hanya berdurasi 45 menit ini diciptakan Thoersi Ageswara yang pernah meraih Piala Citra di ajang FFI 2012. Menurut Rama, dia sengaja membuat drama musikal yang ringan dan sederhana agar pesannya mudah dipahami anak-anak penderita kanker dan masyarakat umum yang hadir.

(ika/ce1/JPC)