Kisah Gelar Honoris Causa yang Tertunda Untuk KH Maimun Zubair dari UIN Malang

KOTA MALANG – Indonesia kehilangan salah satu ulama besar, yakni KH Maimun Zubair, Selasa (6/8) saat melakukan ibadah haji. Ulama NU itu meninggalkan berbagai kisah sepanjang hidupnya, tak terkecuali bagi UIN Malang.

Dalam kunjungannya, pada tahun 2000 awal ke UIN Malang, mbah Moen, sapaan akrabnya berhasil memukau seluruh pimpinan UIN Malang pada ceramahnya di halaman Mabna Al-Gazhali UIN Malang.

“Kita berdecak kagum mendengar ceramah beliau,” kenang Wakil Rektor III, UIN Malang, Dr. Isroqunnajah ke radarmalang.id.

Gus Is mengatakan, setelah mendengar ceramah tersebut, salah satu pimpinan UIN Malang pada waktu itu dengan spontan berkeinginan untuk memberikan gelar doktor Honoris Causa untuk politisi PPP itu.

“Kami ingin memberikan gelar tersebut ke Mbah Moen secara spontan saja. (Sebab) Kami begitu kagum dengan kedalaman ilmunya,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Malang.



Namun, karena daat itu UIN Malang belum mempunyai program pasca sarjana, gelar tersebut tidak bisa diberikan. “Syarat untuk memberi gelar, universitas harus punya program pasca. Jadi tidak bisa,” aku Gus Is.

Ia juga mengatakan, meskipun UIN Malang ‘gagal’ memberikan gelar honoris causa ke Mbah Moen, namun hal itu tak mengurangi eksistensi Mbah Moen sebagai ulama sesepuh NU dan Indonesia yang mempunyai wawasan ilmu luas dan dalam. “Saya mengerti meskipun saat ini kami punya (Paska Sarjana). Gelar tersebut juga tidak dibutuhkan oleh alm. Mbah Moen. Karena orangnya tidak membutuhkan gelar akademik, tidak perlu diakui dengan gelar. Masyarakat sudah mengakuinya,” pungkas Gus Is.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: dok JPNN
Penyunting: Fia