Bentuk Lulusan Fighter, ITN Rajin Kirim Mahasiswa Ke Daerah Bencana

KOTA MALANG – Diantara ribuan orang yang hadir dalam Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Jawa Timur 2017, ada 75 mahasiswa dan 5 dosen dari jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang juga berpartisipasi. 80 orang tersebut bersama-sama menjadi peran dalam simulasi kesiapsiagaan bencana yang diadakan di Lapangan Rampal, pagi tadi (30/4).

Mereka ikut bersama dalam ketegangan simulasi penanggulangan bencana hari ini. Mahasiswa-mahasiswa tersebut ikut menjadi peran korban yang berlarian mencari bala bantuan dari regu penolong seperti BPBD, polisi, hingga tentara.

Keterlibatan ini bukan tanpa alasan, ITN Malang memang sengaja melibatkan mahsiswa PWK dalam setiap kegiatan kebencanaan. Bahkan setiap ada bencana di berbagai belahan Indonesia, ITN Malang mengirimkan belasan mahasiswa beserta dosen untuk meninjau dan membantu di lokasi kejadian.

“Kemarin waktu gempa Lombok kita kirim 5 orang mahasiswa, dari alumni 12 orang dan dosennya 2 orang. Seminggu full kita di sana bekerja bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk menyurvei titik lokasi mana yang aman dari bencana,” terang Kepala Prodi PWK, Ida Soewarni, ST, MT kepada radarmalang.id.

Dalam kebencanaan, mahasiswa PWK diakui memiliki peran penting untuk meninjau titik aman dan fasilitas yang mungkin bisa dijangkau dari titik pengungsian. Oleh karena itu menurut Ida, menjadi mahasiswa PWK bukan hanya pintar teori, namun juga harus memiliki mental baja. Sebab berada dalam situasi bencana tidaklah mudah.

“Kita mendidik anak-anak PWK agar selalu peka terhadap isu-isu bencana. Dengan cara memberi respon berupa bantuan baik materi maupun sosial. Mahasiswa-mahasiswa ini harus dibentuk mental yang kuat biar jadi fighter. Maka dari itu ketika ada gelar kesiapsiagaan hari ini, kita libatkan mereka buat latihan sebelum benar-benar dipilih untuk dikirim ke lokasi bencana,” tegas dia.

PWK ITN Malang sendiri tak banyak membuka kelas mahasiswa. Sebab, jurusan ini memiliki selektifitas yang tinggi. ITN Malang hanya menargetkan 58 mahasiswa atau menjadi 2 kelas pada prodi ini. “Tiap tahun stabil kita segitu ya, karena kan jurusan ini memang tingkat seleksinya cukup tinggi dan ketat,” pungkasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia