Kini, RS UMM Punya Poli Khusus Cuci Darah

Rumah Sakit (RS) UMM kini sudah bisa melayani pasien gagal ginjal yang akan melakukan cuci darah.

Suasana Rumah Sakit UMM.

MALANG KOTA – Rumah Sakit (RS) UMM kini sudah bisa melayani pasien gagal ginjal yang akan melakukan cuci darah. Ini setelah meresmikan poli khusus hemodialisa. ”Kami yang pertama mengawali dibanding rumah sakit yang ada di Kota Batu,” ujar Direktur RS UMM Prof Dr dr H. Djoni Djunaedi SpPD KPTI.

Selama ini, imbuh Djoni, pasien dari wilayah Malang Barat harus jauh pergi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk cuci darah. Namun, sekarang mereka cukup pergi ke RS UMM. ”Tidak perlu ke RSSA  lagi kalau sakit ginjal,” imbuh Djoni.

Dia juga berharap, dengan adanya poli hemodialisa di rumah sakitnya itu, beberapa tahun berikutnya akan ada peningkatan layanan. ”Dua tahun ke depan bakal ada transplantasi ginjal,” tambah dokter spesialis penyakit dalam itu.

Saat ini, Poli Hemodialisa (HD) di RS UMM memiliki 6 mesin yang siap menangani 12 pasien setiap harinya. ”Saat ini hanya 1 sif, ke depannya akan kami jadikan 2 sif,” imbuhnya. Sedangkan untuk jumlah unit mesinnya, akan ditambah sebanyak 2 unit lagi dalam beberapa bulan ke depan.

Menanggapi diresmikannya poli khusus tersebut, Wakil Rektor II UMM Dr Nazaruddin Malik MSi turut memberikan apresiasi kepada rumah sakitnya itu. ”Saya turut berbangga,” tegas Dr Nazaruddin.

Dia juga mengungkapkan akan memberikan support penuh agar RS UMM menjadi rumah sakit terbaik. Karena itu, segenap karyawan di RS UMM terus bersinergi dengan seluruh stakeholders. ”Harus saling berkolaborasi antara dokter, perawat, pengelola, kampus, dan customer,” imbuh mantan dekan FE UMM ini.

Selain peningkatan aspek dalam layanan terhadap masyarakat, dia juga menyinggung agar segenap jajarannya tidak melupakan misi dakwahnya.

Sementara itu, dr Rifai SpPD, salah seorang dokter di poli itu, menambahkan, fasilitas mesin hemodialisa ini untuk membantu layanan kepada masyarakat. ”Sekarang  RS UMM sudah bisa menangani gagal ginjal terminal (kronis),” tandas Rifai.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Abdul Munthalib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Fotografer: Gigih Mazda