Kinerja Buruk, ASN Kota Malang Siap-Siap Kenakan Rompi Hitam

MALANG KOTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) mau tak mau mesti meningkatkan kinerjanya. Itu bila mereka tak ingin malu lantaran sanksi dari Wali Kota Malang Sutiaji.

Dalam acara Refleksi Setahun Kepemimpinan Sutiaji-Edi di Gedung B Lantai 7 FISIP Universitas Brawijaya, Senin (30/9), wali kota melempar wacana untuk memberikan efek jera kepada ASN berkinerja buruk.

“Saya ada rencana memberi rompi hitam untuk ASN yang kinerjanya buruk. Rompinya dipakai saat kerja. Tapi tantangannya, musuh saya di internal jadi banyak,” kata Sutiaji santai.

Tapi, tekadnya sudah bulat. Sanksi rompi hitam itu bakal ia tuangkan dalam peraturan wali kota (perwal).

“Sedang kami susun untuk reward dan punishment-nya. Perwal itu nanti masih perlu komunikasi publik, dalam hal ini ASN,” imbuhnya.

Regulasi akan mengatur kinerja buruk seperti apa yang harus ‘dihadiahi’ rompi hitam. Juga berapa lama ASN akan mengenakan rompi itu.

Yang jelas, Sutiaji berharap adanya sanksi ini mampu melecut motivasi ASN.

Sementara pegiat anti korupsi, Luthfi Jayadi Kurniawan menyarankan agar Balai Kota Malang dibuka setiap akhir pekan atau bulan. Di mana pada momen itu, wali kota bertemu dengan masyarakat secara terbuka.

“Biar masyarakat, pak wali dan kepala dinas bertemu. Jadi sifatnya nanti kinerja kepala dinas juga berdasar usulan rakyat. Sehingga keluhan atas kinerja pemerintah bisa diminimalisir,” beber pria yang masuk 10 besar kandidat Capim KPK itu.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Editor: Indra M