JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melangsungkan kick off peletakan batu pertama pembangunan Jakarta International Soccer Stadium (JISOCS) sebelumnya bernama Stadion BMW, di Sunter, Jakarta, Kamis (14/5). Stadion yang akan dibangun dengan kapasitas 82 ribu penonton itu diklaim akan menjadi stadion sepak bola bertaraf internasional pertama di Indonesia.

Sebagai ibu kota, fasilitas dan tata cara kehidupan warganya harus bertaraf internasional. Tak tanggung-tanggung, stadion yang segera dilakukan pembangunan fisik itu akan menyamai kelas stadion milik Manchester United atau Real Madrid.

“Stadion ini kelak akan setara dengan stadion-stadion yang hari ini menjadi tempat bermainnya kesebelasan kelas dunia. Bisa disebut mulai dari Manchester United, Real Madrid dan sebagainya,” ujarnya saat memberikan sambutan Kick Off pembangunan JISOCS, Kamis (14/3).

Anies menuturkan jika proses pembangunan stadion hanya membutuhkan waktu dua tahun ke depan. Artinya, pada 2021 mendatang, warga Jakarta bisa menyaksikan stadion yang selama ini dicita-citakan dan diimpi-impikan.

“Perjalanan menuju pembangunan (stadion) ini adalah perjalanan yang panjang dan berliku. Banyak yang terlibat, karena itu izinkan dalam kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi terima kasih,” ujar Anies.

Anies juga mengingatkan bahwa, pembangunan itu bukan hanya membangun stadion. Akan tetapi juga membangun sebuah kawasan. Sehingga diharapkan lingkungan sekitarnya harus mendapat manfaat awal dari proses pembangunan stadion ini.

“Artinya kehidupan di Jakarta sudah mulai disandingkan dengan kota-kota utama dunia. Karena itu kita berharap ini menjadi salah satu penanda transformasi di kota ini,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto menuturkan, Jakarta Internasional Stadium dibangun di atas lahan seluas 221 ribu meter persegi, dengan estimasi 82 ribu penonton. Beberapa fasilitas penunjang seperti jogging track di atap stadion, bungee jumping setinggi 60 meter hingga, rock climbing di area luar stadion.

“Kami inginkan ini menjadi kawasan edukasi. Kawasan yang membangun dan mengembangkan konsep leadership berbasis sport. Sehingga diharapkan bisa menerapkan sportifitas dalam seluruh aktifitas,” tutupnya.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Wildan Ibnu Walid