Kian Konkret, Kolaborasi Unisma dan Kampus Malaysia

SINERGI KONKRET: Dari kiri, Dr Imam Wahyudi, Rektor Unisma Prof Dr H. Maskuri MSi, Rektor UMK Prof TS. Dr Noor Azizi bin Ismail FCMI CMA, dan Prof Dr Mohd Rafi bin Yaacob (wakil rektor UMK) usai meneken kerja sama kemarin di Kelantan, Malaysia.

KELANTAN – Perhelatan Global Summit of University Leaders (Forum Tertinggi Para Rektor sedunia) yang diadakan di Universitas Islam Malang (Unisma) Maret lalu, ditindaklanjuti Rektor Unisma Prof Dr H. Maskuri MSi. Kemarin (7/8), dia didampingi Dr Imam Wahyudi, Kepala Kantor Urusan Internasional Unisma, berkunjung ke Universiti Malaysia Kelantan (UMK).  Ada beberapa kerja sama konkret yang disepakati pada pertemuan itu.

Maskuri dari Kelantan, Malaysia, melaporkan kepada koran ini, bahwa kunjungan ke UMK merupakan kunjungan balasan. Sebab, UMK sudah mengunjungi Unisma pada event Global Summit of University Leaders (GSoUL), Maret lalu. Seperti diberitakan, Unisma menjadi tuan rumah pelaksanaan GSoUL Maret lalu. Forum tertinggi para rektor dari kampus-kampus sedunia itu dihadiri sedikitnya 30 perguruan tinggi dari 14 negara. Di antaranya, dari Rusia, Taiwan, Jepang, Brunei Darussalam, Sudan, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Vietnam, Yordania, dan Thailand. ”Kunjungan ke Malaysia ini untuk menindaklanjuti pertemuan Unisma dengan UMK, sekaligus mengkonkretkan kerja sama antara UMK dan Unisma,” kata Maskuri kepada koran ini tadi malam.

Salah satu langkah konkret pada kunjungan tersebut adalah penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dan MoA (memorandum of agreement) antara Rektor Unisma dan Rektor UMK Prof TS Dr Noor Azizi bin Ismail FCMI CMA.  Acara penandatanganan kerja sama itu dirangkai dalam acara Special Meeting Between UMK Leaders and Rectors of Partner Universities of Indonesia di gedung rektorat UMK.

”Kami bekerja sama dengan UMK di bidang pertukaran mahasiswa, di bidang penelitian, credit transfer dan joint degree program,” kata Maskuri. Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, lanjut Maskuri, dalam waktu dekat Unisma akan mengirimkan mahasiswanya sejumlah 20 orang untuk mengikuti kegiatan Students Exchange Program untuk Joint Collaboration on Entrepreneurship.  Program kerja sama lain yang akan dikembangkan dalam waktu dekat adalah joint degree program, visiting professor, dan exchange program di bidang agroteknologi, teknik arsitektur, pendidikan,  serta kesehatan manusia dan hewan.

Pada forum itu juga dibahas research collaboration dengan reseach fund sharing (matching grant) antara Unisma dan UMK. Dengan adanya komitmen sharing pendanaan penelitian dari kedua universitas tersebut,  kata Maskuri, diharapkan mampu meningkatkan joint research program antara kedua perguruan tinggi itu dalam meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.

”Ini sejalan dengan moto Unisma: dari NU untuk Indonesia dan peradaban dunia,” tandas Maskuri.  Pada pertemuan itu, Maskuri juga diminta menjadi salah satu narasumber untuk kegiatan: Meet & greet session with the rectors of partner universities of Indonesia.

Di sisi lain, bersamaan dengan kunjungan Maskuri ke Malaysia, Unisma mengirim 40 mahasiswanya ke beberapa negara, yakni di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Taiwan. Mereka ke negara-negara tersebut untuk mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata), PPL (Praktik Pengalaman Lapangan), joint curriculum, dan tugas akhir selama 6 bulan hingga 1 tahun. ”Jadi, KKN dan PPL mahasiswa Unisma sekarang ini ada yang ke luar negeri,” ujar Maskuri. (san/c2/dan)