Khofifah Indar Parawansa kunjungi Kampung Shuttlecocks di Nganjuk

Khofifah Indar Parawansa kunjungi Kampung Shuttlecocks di Nganjuk

Khofifah Indar Parawansa mencoba membuat sebuah shuttle cocks di kampung industri rumahan shuttle cocks di Desa Semengko, Nganjuk, Senin (26/3)
(istimewa)

RADAR MALANG ONLINE — Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa melanjutkan kegiatan navigasi progam Nawa Bhakti Satya dengan menyambangi industri rumahan penghasil shuttlecocks di Desa Sumengko, Nganjuk, Senin (26/3).

Dalam kunjungan ini, Khofifah memberikan perhatian serius terkait problem bahan baku shuttlecocks. Bulu shuttlecocks yang digunakan pelaku usaha bulu bebek peking. Bulu tersebut yang memiliki kualifikasi untuk permainan bulutangkis internasional. Mirisnya, para pengusaha mengeluh adanya rantai yang panjang untuk mendapatkan bulu tersebut.

Menurut Khofifah, seharusnya bahan baku bulu itu bisa swasembada dari nasional. Apalagi, hobi masyarakat Indonesia yang suka berburu kuliner. Apalagi, usaha di kampung ini seratus persen adalah impor dari Taiwan.

“Rekomendasi mereka kalau bisa dilakukan budidaya dengan format bebek peking dalam jumlah besar. Saya rasa dengan masyarakat kita yang hobi kulineran pasti bisa mandiri dengan menghasilkan bulu untuk industri shuttlecock,” kata Khofifah.

Selain itu, lanjut Khofifah, problem selanjutnya yang harus menjadi perhatian pemerintah terkait siklus penjualan shuttlecocks. Industri kampung ini selama tujuh bulan di musin hujan selalu memproduksi dengan sistem stok untuk demain di bulan Mei, Agustus dan akhir tahun.

Siklus penjualaan shuttlecocks terbilang unik dan kurang dinamis. Karena demand hanya naik drastis di saat turnamen dan saat media gencar memberitakan tentang dunia bulutangkis.

Khofifah Indar Parawansa kunjungi kampung Shuttle Cocks di Nganjuk, Senin (26/3)

“Pemerintah harus memberikan format pendampingan yang bisa mensupport keuangan yang stagnan pada usaha ini,” imbuhnya Khofifah.

Sementara itu, Ngalimun, pemilik usaha UD Mustika dengan merk Heaven Shuttlecocks mengatakan suplai bahan baku memang menjadi permasalahan. Karena Mereka harus impor dari Taiwan dan diolah di Nganjuk.

“Yang putih dan memenuhu standar itu dari bebek peking itu. Yang lalu dari sini kita potong dengan mesin agar ujurannya seragam,” kata Ngalimun.


(mkd/JPC)