Kharisma Pemimpin Jadi Syarat Mutlak Bertahan di Mata Rakyat

Kharisma Pemimpin Jadi Syarat Mutlak Bertahan di Mata Rakyat

Nama terakhir, merupakan politisi sekaligus pengusaha naturalisasi asal Turki. Sam Aliano akan menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia selain sosok lainnya yang akan berusaha menggeser Jokowi dari Istana Negara.

“Jadi, ada orang yang sangat sederhana, tidak tahu asal-usul darimana, tiba-tiba berani menantang sekelas beliau (Jokowi). Ibarat kata, ada orang baru, naik ring tinju, berani menantang Mike Tyson,” ujar Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun kepada wartawan, Kamis, (19/4).

Menurut Rico, hal itu tidak dapat dianggap main-main. Khususnya bagi Jokowi yang diproyeksikan kembali mencalonkan diri sebagai petahana Presiden RI.

Rico menilai situasi saat ini berbeda dengan zaman Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto. Saat itu orang berbisik-bisik tentang Soeharto saja tidak berani. Apalagi menantangnya. Artinya kharisma seorang pemimpin menjadi syarat mutlak agar dapat bertahan di mata rakyat.

“Kalau kita melihat di negara-negara yang pemimpinnya sangat kuat, boro-boro mengkritik secara terbuka. Bahasa sederhananya, ngobrol di warung kopi saja tidak berani. Nah, Sam ini berani muncul ke permukaan. Ada pesan yang mungkin perlu diperhatikan oleh Pak Jokowi,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Rico, dari pihak calon penantang juga membutuhkan keberanian dan nyali yang kuat untuk menantang sang juara bertahan. Apalagi melawan calon pemimpin yang telah pernah menjabat sebelumnya.

“Saya melihat ada semacam keberanian, meski saya tidak tahu latar belakangnya, tapi beliau Sam berani mendeklarasikan diri,” kata Rico.

Berdasarkan hasil survei Median beberapa waktu lalu, terbukti bahwa sebagian besar masyarakat ingin ada pergantian presiden di tahun 2019 mendatang.

Dalam hasil survei yang dilakukan sepanjang 24 Maret hingga 6 April 2018, diketahui ada 46,37 persen responden ingin presiden diganti oleh tokoh lain. Sementara itu, sebesar 45,22 persen responden masih berharap Jokowi menjabat kembali sebagai presiden hingga 2024.


(met/JPC)