Khansa Hasri Langganan Juara Olimpiade Biologi

Rajin keluar masuk laboratorium Biologi membuat nama Khansa Hasri bisa berbicara di kancah olimpiade. Santriwati International Islamic Boarding School Al-Izzah Kota Batu ini langganan juara. Terbaru, dia juara 1 Olimpiade Biologi Se-Jawa-Bali.  

Rajin keluar masuk laboratorium Biologi membuat nama Khansa Hasri bisa berbicara di kancah olimpiade. Santriwati International Islamic Boarding School Al-Izzah Kota Batu ini langganan juara. Terbaru, dia juara 1 Olimpiade Biologi Se-Jawa-Bali.

Khansa Hasri tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena berhasil meraih prestasi di bidang Biologi. Khansa, begitu dia biasa disapa, tampak semringah saat membawa sejumlah medali yang pernah diraihnya. Di antaranya, juara 1 Olimpiade Biologi Se-Jawa-Bali yang digelar Universitas Negeri Malang dengan tema ”Developing Conservation for Innovative Generation” pada Maret lalu.

”Alhamdulillah, saya seneng banget bisa memenangi perlombaan olimpiade Biologi se-Jawa-Bali untuk kedua kalinya,” ungkap Khansa kepada wartawan Jawa Pos Radar Batu saat ditemui di ruang kesekretariatan International Islamic Boarding School Al-Izzah Kota Batu kemarin (26/10).

Prestasi dalam ajang olimpiade itu memang dua kali diraih gadis yang lahir pada 25 Januari 2002 itu. Pada 2016, Khansa meraih juara 2 Olimpiade Biologi Se-Jawa Timur. Kemudian, tahun berikutnya, santriwati yang kini kelas X ini juara 1 Olimpiade Biologi Se-Jawa-Bali.

Bidang Biologi sepertinya telah mendarah daging di tubuh Khansa. Bagaimana tidak, anak seorang guru Biologi ini sangat mencintai ilmu tentang keadaan dan sifat mahluk hidup sejak masih kecil. Khansa kerap menghabiskan waktunya di laboratorium untuk melakukan observasi. Hampir setiap hari dia melakukan penelitian di laboratorium Biologi yang ada di Al-Izzah. Itu jugalah yang menjadi rahasia dia meraih banyak prestasi dalam olimpiade Biologi.

Sejak masih duduk di bangku SD, Khansa sudah mengikuti perlombaan olimpiade Biologi. Tepatnya sewaktu masih kelas 5 SD. Saat itu, dia sudah menunjukkan prestasinya sebagai juara 2 Olimpiade IPA tingkat SD di Tuban.

Khansa mengakui, prestasi yang diraihnya itu tak lepas dari motivasi dari kedua orang tuanya. Selain itu, bimbingan ustadahnya di pesantren juga berperan dalam prestasinya. Setiap akan menghadapi perlombaan, ustadahnya selalu memberinya motivasi. ”Karena terus diberi motivasi, saya jadi bersemangat,” kata santriwati yang kini sudah menghafal Alquran sebanyak 8 juz ini.

Untuk menguatkan diri saat perlombaan, dia juga berkomunikasi dengan orang tuanya. Biasanya dia minta doa restu sebelum mengikuti lomba. Kebiasaan itu dia lakukan untuk menghilangkan rasa gugupnya. Seperti halnya yang dia lakukan menjelang olimpiade di UM pada Maret lalu. Dia gugup karena ajang itu diikuti hampir 300 siswa SMP se-Jawa-Bali.

”Alhamdulillah, berkat persiapan yang matang, akhirnya saya bisa menjuarai olimpiade Biologi se-Jawa-Bali,” tandasnya.

Ke depan, santri asal Semarang ini berharap bisa berprestasi lebih banyak lagi. Dia ingin menambah prestasinya untuk membahagiakan kedua orang tuanya, juga mengharumkan almamater International Islamic Boarding School Al-Izzah Kota Batu.

Pewarta : Dwiyan Setya
Penyunting : Ahmad Yahya
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Internasional Islamic