Kevin/Marcus Menang, Praveen/Debby Tumbang Sinergi Jawa Pos

Kevin/Marcus mengawali laga dengan kombinasi serangan yang dahsyat pada Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Kombinasi smash-smash Kevin/Marcus menyulitkan Petersen/Kolding.

Kevin/Marcus juga menunjukkan pertahanan yang rapat sehingga ganda Denmark tersebut kesulitan meraih poin. Kevin/Marcus dengan mudah unggul 11-2 saat interval. Lepas interval, Kevin/Marcus tak menurunkan tempo serangan mereka. Juara All England 2017 itu dengan cepat unggul 19-6 dan akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-6.

Laga yang lebih ketat terjadi di gim kedua. Kevin/Marcus mendapat perlawanan dari Petersen/Kolding. Meski demikian, Kevin/Marcus tetap mampu menjaga keunggulan dan memimpin tiga angka, 11-8 saat interval.

Kevin/Marcus tampil lebih baik setelah interval dan berhasil memperlebar selisih poin jadi lima angka, 16-11. Walaupun ganda nomor dua Denmark tersebut mampu memperkecil selisih poin jadi tiga angka, Kevin/Marcus sukses meraih match point pada angka 20-16. Kevin/Marcus tak buang waktu dan langsung menyelesaikan laga dengan kemenangan 21-16.



Kemenangan atas ganda Denmark tersebut memperbesar peluang Kevin/Marcus lolos ke babak semifinal. Dua laga tersisa bagi Kevin/Marcus adalah menghadapi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang dan Li Junhui/Liu Yuchen dari Tiongkok. 

Sayangnya kemenangan ini tidak diikuti ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto yang harus menerima kekalahan di laga perdana BWF Super Series Finals ketika mereka menghadapi Tang Chun Man/Tse Ying Suet dari Hong Kong.

Pada gim pertama, setelah unggul 2-0, Praveen/Debby justru terbawa irama permainan lawan. Mereka tertinggal 6-11 saat laga memasuki interval. Tang/Tse terus menekan Praveen/Debby hingga akhirnya memenangkan gim pertama dengan 21-13.

Perubahan sempat terjadi di gim kedua. Praveen/Debby langsung memimpin 8-5 dan berlanjut menjadi 14-8. Praveen/Debby pun sukses memaksakan rubber game dengan kemenangan 21-14.

Momentum bagus Praveen/Debby di gim kedua ternyata tak bisa dilanjutkan pada awal gim ketiga. Pertahanan Praveen/Debby mudah ditembus oleh Tang/Tse dan mereka tertinggal 3-10.

Praveen/Debby sempat menunjukkan sinyal kebangkitan ketika mereka mampu merapat dan hanya tertinggal tiga angka, 10-3. Namuns etelah itu, Tang/Tse kembali memegang kendali permainan serta mampu menciptakan selisih enam angka, 19-13.

Tang/Tse akhirnya mendapatkan match point pada angka 20-13. Dalam situasi kritis, Praveen/Debby sempat menggagalkan tiga match point lawan. Perjuangan Praveen/Debby usai setelah pengembalian shuttlecock Debby membentur net. Praveen/Debby kalah 16-21 di gim penentuan.(bul/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)