Ketua DPD RI Ajak Negara Anggota MIKTA Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan 34 Provinsi di Indonesia

Ketua DPD RI Ajak Negara Anggota MIKTA Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan 34 Provinsi di Indonesia - JPNN.com

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti ketika memimpin Sidang Sesi Kedua ketua-ketua parlemen MIKTA di ibu kota Meksiko, Kamis (7/11). Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, MEKSIKO – Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengajak negara-negara MIKTA lainnya untuk menjalin kerja sama bisnis, investasi, dan perdagangan dengan lebih dari 500 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia.

Ajakan itu disampaikan La Nyalla ketika memimpin Sidang Sesi Kedua ketua-ketua parlemen Meksiko, Indonesia, Korea, Turki, Australia (MIKTA) yang diadakan di ibu kota Meksiko, Kamis (7/11/2019).

Dia menjelaskan bahwa di era otonomi daerah sekarang ini ada banyak peluang usaha baru di berbagai daerah di Indonesia yang dapat digarap oleh mitra bisnis di negara-negara MIKTA lainnya.

La Nyalla mengatakan peluang usaha itu termasuk berkolaborasi dengan mitra-mitra Indonesia dengan menggunakan platform teknologi informasi yang menghapus jarak komunikasi antara satu negara dengan negara lainnya.

Ia menjelaskan di Indonesia sekarang berkembang ekonomi kreatif dalam berbagai bentuk dan tingkatannya dan bahkan sektor tradisional pun mulai beralih menggunakan platform digital, termasuk pelaku UMKM yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 62 juta unit.

“Anda dapat berkolaborasi dengan kami di pelbagai bidang ekonomi kreatif termasuk industri kuliner, mode dan kecantikan, perfileman dan animasi, inovasi digital, penyiaran media baru, belanja online, kerajinan tangan, dan berbagai subsektor lainnya dari perekonomian yang berbasis teknologi.

“Bahkan pasar domestik kami termasuk sektor retail kini secara gencar menggunakan platform teknologi sehingga berbagai produk dan jasa sudah ditransaksikan secara online dengan sistem delivery yang cepat.

“Oleh karena itu, sebagai Ketua DPD RI saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyemangati Pemerintah dan Parlemen Meksiko untuk memulai kembali perundingan dagang dan investasi sebagaimana telah diusulkan oleh pemerintah kami pada bulan Mei lalu. Karena volume perdagangan kedua negara kita terlampau kecil jika dibandingkan dengan potensi yang kita miliki,” tegasnya.