Ketika Rekayasa Lantas Berujung Petaka

MALANG KOTA – Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang merekayasa lalu lintas (lantas) di Jalan Ranugrati sepertinya tidak berhasil. Traffic light yang dipasang di simpang tiga Jalan Ranugrati dan simpang empat Sawojajar tidak bisa mengurai kemacetan. Justru sebaliknya, hal itu menjadi pemicu petaka, yakni kecelakaan.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di simpang empat Sawojajar, kemarin (3/9) terjadi kecelakaan antara kendaraan roda dua dan roda empat.

”Kejadian seperti itu (tabrakan) sering terjadi di sini (simpang empat Sawojajar),” ujar Irfan, tukang duplikat kunci keliling, saat mangkal di sekitar lokasi tabrakan, kemarin.

Warga Kedungkandang itu menceritakan, seringnya terjadi tabrakan sejak dipasang lampu traffic light. Menurut dia, banyak pengendara yang kaget dengan pemasangan traffic light tersebut sehingga berhenti mendadak dan ditabrak kendaraan lain dari belakang. Bisa jadi, beberapa hari sebelumnya pengendara tersebut melintas di kawasan itu dan tidak ada traffic light-nya. Pemasangan traffic light dilakukan dishub pada Kamis lalu (31/8).

Jayadi, salah satu pengemudi becak motor (bentor), mengeluhkan pemasangan lampu traffic light. Menurut Jayadi, pemasangan traffic light tersebut memperparah kemacetan.



”Kalau arus kendaraan padat seperti pagi dan sore hari, kemacetannya bertambah parah,” kata Jayadi yang setiap hari melintas di kawasan simpang empat Sawojajar.

Jayadi menduga, dishub sudah menyadari bahwa traffic light tidak mengurai kemacetan. Sebab, pada jam-jam tertentu, lampu traffic light tidak difungsikan. ”Kini lampunya sudah dimatikan oleh polantas,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Kusnadi tidak bisa dikonfirmasi terkait keluhan pengendara. Saat dihubungi telepon seluler (ponselnya), panggilannya dialihkan. Pesan melalui WhatsApp yang dikirim Jawa Pos Radar Malang juga tidak direspons.

Tapi sebelumnya, Kusnadi menegaskan bahwa rekayasa tersebut masih uji coba. Setiap hari dishub memantau perkembangannya. Jika efektif mengurai kemacetan akan diterapkan. Tapi jika tidak efektif, akan dibatalkan, lalu dicarikan solusi lain.

”Tentu masih akan kami lihat perkembangannya,” ungkap Kusnadi beberapa hari lalu.

Pewarta : Gigih Mazda
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Bayu Eka