Ketika Museum Panji Jadi Lokasi UAS

TUMPANG – Pada umumnya, ujian bakal digelar di ruangan kelas. Namun, apa yang dilakukan SMPK Pamerdi ini sedikit berbeda. Mereka memilih menggelar ujian akhir semester (UAS) di Museum Panji Malang kemarin (2/12). Ujian berbasis project base itu diikuti 73 siswa dari kelas 7 hingga 9.

Layaknya ujian pada umumnya, ada pula penilaian untuk mata pelajaran matematika hingga teknologi komunikasi dan informasi (TIK) yang dilakukan. ”Nanti tugas anak-anak beragam.

Misalnya kelas 9, ada tugas untuk membuat konten YouTube yang berisikan strategi dan cara melestarikan kesenian topeng. Itu menjadi salah satu penilaian untuk mata pelajaran TIK,” terang Kepala SMPK Pamerdi Wahyu Tris.

Siswa kelas 9 juga mendapat penilaian untuk ujian seni budaya dari melukis topeng. Sementara penilaian matematika dilakukan dari cara siswa menghitung luasan topeng yang digambarnya.

”Mereka harus membuat bangun datar dari satuan segitiga siku-siku, segitiga sama kaki, persegi panjang, dan trapesium yang sudah disiapkan oleh guru,” tambah Wahyu. Berbeda dengan kelas 9, siswa kelas 8 memiliki tugas membuat poster menggunakan aplikasi Android bernama Canva.

Sedangkan siswa kelas 7 mendapat tugas melukis topeng dan menulis sejarahnya. ”Jadi berurut, kelas 7 menulis untuk sejarahnya, kelas 8 ragam hiasnya, dan kelas 9 cara melestarikannya,” kata dia.

Wahyu menambahkan bila kegiatan serupa sebelumnya juga digelar di Museum Musik dan Dewan Kesenian Malang. ”Hampir setiap tahun kami lakukan kegiatan seperti ini, 4 tahun lalu kami juga pernah bikin jembatan dari stik es krim di alun-alun. Dan lokasinya memang berbeda-beda, karena project base ini kami explore Malang,” tambahnya.

Tahun ini, Museum Panji sengaja dipilih karena memiliki potensi pembelajaran yang cukup luas. ”Karena belajar kan harus menyenangkan, begitu juga dengan ujiannya, juga harus menyenangkan,” imbuh Wahyu.

Astri Prasetyaning Setiti, salah satu siswi kelas 8, mengaku cukup terkesan dengan Museum Panji. ”Budayanya bisa buat kami belajar untuk mengenal sejarah dan budi pekerti,” kata dia.

Pewarta : Mva
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya