Ketika Jalak Harupat Dibalut Spanduk Raksasa 'Selamat Datang Jokowi'

JawaPos.com – Ada pemandangan unik di stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jawa Barat, akhir pekan kemarin. Tepatnya ketika pertandingan sepak bola Pembukaan Liga Piala Presiden 2019.

Bagaimana tidak, spanduk sepanjang kurang lebih 400 meter terpajang di sekitar lapangan sepak bola dengan ucapan “Selamat Datang Bapak Presiden Joko Widodo, Bomber Ngahiji Keur Persib Juara”.

Terkait dengan hal itu, Manajer Persib, Umuh Muchtar menegaskan bahwa dia tidak tahu sama sekali siapa yang memasang spanduk tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya memang mengundang Presiden Jokowi untuk hadir.

“Saya tidak tahu. Mungki itu inisiatif suporter,” kata Umuh kepada awak media, Sabtu (2/3).



Di hadapan kurang lebih 26.547 penonton di stadion tersebut, hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Mewakili Presiden yang sedang berada di luar daerah, Imam menyampaikan salam dari orang nomor satu di Republik Indonesia itu.

“Piala presiden ini sudah yang ke 4 kali dilaksanakan selama pemerintahan Presiden Bapak Jokowi. Dan Bapak Presiden mengucapkan terima kasih kepada Satgas Mafia Bola karena sudah memberantas mafia-mafia bola,” ujar Imam.

Kemudian Imam juga mengumbar bahwa pesepak bola Indonesia yang tergabung dalam dalam Timnas U 22 telah sukses meraih juara dalam Piala AFF. Ia sangat berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi yang baik bagi kelangsungan persepakbolaan Indonesia.

“Alhamdulillah, PSSI U 22 baru saja menjuarai Piala AFF dan kedepan mudah-mudahan bisa menjadi juara Sea Games,” ujarnya.

Sebagai motivasi tambahannya, Imam juga menyampaikan bahwa Presiden memberikan hadiah yang sangat baik bagi kesebelasan yang menjuarai Liga Piala Presiden 2019 ini.

“Instruksi Presiden Joko Widodo, kepada Kemenpora agar menaikkan hadiah dari Rp3,3 miliar menjadi Rp3,5 miliar untuk juara pertama,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa dalam cara tersebut hadir pula SC Liga Piala Presiden Maruarar Sirait, Pembina Persib Umuh Muktar, Sekjen PSSI Ratu Tisha dan Exco PSSI Pieter Tanuri dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Editor           : Imam Solehudin